Surabaya – Ketua Dewan Pembina Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Jawa Timur, Lukman Ladjoni meminta warga Sulawesi Selatan yang ada di Wamena, untuk tidak ikut mengungsi dari Papua.

“Kalau semua mengungsi dari Wamena, nantinya Wamena malah terkesan tidak NKRI.” katanya di Surabaya, Kamis (3/10/2019) malam.

Lukman Ladjoni membeberkan, bahwa apa yang terjadi di Wamena disebabkan adanya miskomunikasi akibat dari kecemburuan sosial, yang kemudian dimanfaatkan oleh provokator.

“Makanya, warga Sulawesi Selatan yang ada atau yang masih di sana, akan bertahan di sana. Kalau semua keluar dari Wamena, maka Papua kesannya tidak NKRI lagi.” terangnya.

Sebenarnya, lanjut Lukman Ladjoni, himbauan bukan usulan dirinya semata. Tetapi juga disampaikan pula oleh Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan.

Mengenai jaminan keselamatan warga Sulawesi Selatan di Wamena, Lukman Ladjoni mempercayakan semua pada aparat, dalam hal ini adalah TNI Polri.

“Kan ada TNI Polri. Kalau TNI dan Polri tidak bisa menjamin keselamatan warga, lantas apa tanggung jawab mereka.” lanjutnya.

Dia pun berandai-andai dan mengkhawatirkan, kondisi Indonesia pada tahun tahun mendarang.

“Pertanyaannya, apakah pada tahun tahun mendatang, Merah-Putih masih bisa berkibar dari Sabang sampai Merauke. Saat ini pelaku sejarah yang berjiwa nasionalis masih ada. Kedepan sudah dimakan usia. Yang ada hanya sisa sisa orang reformasi yang pintar pintar tapi belum tentu nasionalis.” ujarnya.

Oleh sebab itu, untuk mengantipasi hal hal yang tidak diinginkan, tokoh tokoh nasionalis diharapkan turun tangan untuk kembali menggerakan semangat persatuan.

Seperti diketahui, akibat kerusuhan tersebut, puluhan warga Sulawesi Selatan banyak yang menjadi korban dan mengungsi ke daerah asal. Bahkan, warga Jawa pun demikian. Sedikitnya 120 warga Jatim, sudah mengungsi dan tiba di Malang Jawa Timur dua hari kemarin. (Mad/red)