Surabaya Viral – Menjelang libur akhir tahun, kepolisian di seluruh Indonesia menggelar Operasi Lilin. Salah satu fokus perhatian di saat libur akhir tahun adalah melonjaknya lalu lintas.

“Untuk membantu tugas kepolisian di bidang lalu lintas, kami menggelar pelatihan penanganan kecelakaan dengan narasumber dari Ditlantas Polda Jawa Timur dan Jasa Marga,” ujar Ketua Pengurus Provinsi Sentra Komunikasi Mitra Polri (Pengprov Senkom Mitra Polri), Ir H. Ma’un, MT.

Pelatihan tersebut, menurut Ma’un, dihadiri 200 orang lebih. Mereka adalah perwakilan dari pengurus daerah (Pengda) Senkom Mitra Polri dari 38 provinsi.

Pelatihan bertajuk Diklat Penanganan Lakalantas itu, akan diteruskan ke pengurus lainnya di level kabupaten dan kecamatan, “Di Jawa Timur anggota kami yang memiliki kartu tanda anggota mencapai 6.000 personil,” ujar Ma’un.

Pelatihan ini merupakan salah satu bagian dari kerja sama dengan Polri di bidang Kamtibmas, “Kerja sama dengan Polri ini dalam bentuk bantuan atau perpolisian dalam bentuk terbatas,” ujar Sekretaris Pengprov Senkom Jatim Wahjoe Soetijono yang disapa Wahyu.

Perpolisian dalam bentuk terbatas membantu polisi di tengah-tengah masyarakat, untuk memediasi konflik ataupun mengamankan pelaku kejahatan, namun tidak memprosesnya secara hukum.

Untuk membantu kepolisian, terutama di bidang komunikasi, Senkom telah menggunakan Senkom Digital Communication, “Dengan alat itu, anggota kami di pedalaman atau wilayah pesisir terpencil, bisa memberi laporan dengan cermat,” ujar Wahyu.

Selain kerja sama dengan Polri, adanya DCS dan kemampuan anggota Senkom, mendorong berbagai pihak mengajak kerja sama. Senkom Mitra Polri memiliki tiga cluster: di bidang Kamtibmas, Senkom bekerja sama dengan kepolisian dengan semboyan menembus jarak tanpa batas.

Dalam cluster kebencanaan, Senkom melakukan mitigasi dan penanggulangan dengan slogan, siaga saat aman, ada saat dibutuhkan. Dan yang terakhir dalam bidang Hankamnas, Senkom Mitra Polri bekerja sama dengan TNI dan Kementerian Pertahana.

“Di tingkat kelurahan, anggota Senkom bekerja sama dan berkomunikasi secara intensif dengan Babinsa, Babinkamtibmas, dan kepala desa,” ujar Wahyu.

Mengenai pendanaan, Senkom swadaya dan swadana, untuk itu anggota Senkom harus memiliki mata pencaharian, agar tak bergantung kepada pihak lain. (Mad/red)