Surabaya – Lomba video kreatif usaha ekonomi perdesaan Provinsi Jawa Timur masuk akhir. Tim juri memutuskan video potensi laut Bangsring Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi sebagai juara pertama.

Jura kedua diraih oleh Desa Ketapanrame Kecamatan Ketapanrame Kabupaten Mojokerto, dan juara ketiga oleh Desa Sungonlegowo Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik.

Sementara juara harapan 1 diraih oleh Desa Ngunut Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, harapan 2 diraih oleh Desa Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, dan juara Favorit diraih oleh Desa Kejapanan Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan.

Ke-6 pemenang tersebut dari 10 video nominasi dari total 41 video yang masuk ke meja panitia. Piagam penghargaan kepada para pemenang tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Jawa Timur Sukaryo, di Surabaya Senin (11/10/2021) lalu.

Penilaian lomba video kreatif dengan tema “Challenge Economic Creative” ini mengacu pada 2 unsur yakni teknis atau sinematik mencakup teknis Pengambilan Gambar, ilustrasi audio atau Skoring musik, narasi (voice over), set lokasi (Property/Wardrobe), teknik editing hingga ketepatan durasi video.

Sementara unsur non teknis atau naratif mencakup orisinalitas ide, kreatifitas ide, kesesuaian tema, alur cerita video yang menarik, pesan yang disampaikan komunikatif, dan ketepatan waktu pengiriman.

Lomba Video Kreatif Usaha Ekonomi Perdesaan dimaksudkan sebagai
wahana untuk memberikan apresiasi positif dan penghargaan kepada Pemerintah Desa yang telah melakukan pembinaan dan pengembangan ekonomi masyarakat dan usaha ekonomi desa dengan kreatif.

Sementara itu, ada 4 tujuan yang ingin diraih DPMD Provinsi Jatim melalui lomba video kreatif tersebut. Pertama untuk mengetahui kegiatan perekonomian pedesaan dalam pengelolaan usaha
ekonomi produktif berdasarkan potensi desa, kedua melakukan pembinaan terhadap pengembangan perekonomian pedesaan.

Ketiga mendorong usaha ekonomi perdesaan untuk berkreasi dalam pengelolaan usaha ekonomi produktif, promosi dan pemasaran sehingga menghasilkan produk unggulan yang dapat menggerakkan perekonomian desa, dan keempat memberikan penghargaan kepada pemerintah desa yang telah memberikan motivasi serta mengoptimalkan prakarsa dan
kreativitas masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan
Pemberdayaan manusia. (Sal/red)