Surabaya Viral – DPC PDIP Sumenep membuka peluang koalisi dengan partai lain di Pilkada 2020. Syarat koalisi dengan PDIP antara lain harus memiliki visi dan misi yang sama dalam mengembangkan Sumenep.

Ketua DPC PDIP Sumenep yang juga bakal calon Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan, jumlah kursi PDIP di parlemen hanya 5 kursi, jadi perlu berkoalisi untuk mengusung pasangan calon.

“Kami masih menjalin komunikasi baik dengan partai-partai lainnya di Sumenep,” kata wakil Bupati Sumenep ini usai mengikuti fit and propertest di kantor DPD PDIP Jatim, Kamis (19/9/2019).

Periode sebelumnya, PDIP berkoalisi dengan PKB untuk memenangkan Pilkada Sumenep. “Tahun depan bisa jadi tetap, bisa jadi skemanya berubah dengan partai lain, peta politiknya masih dinamis,” terangnya.

Fauzi juga mengaku belum membahas tentang siapa calon wakil yang akan digandengnya. “Semua nanti akan dibicarakan dengan partai koalisi siapa calon wakil yang paling pas,” ucapnya.

PKB sendiri sebagai partai pemenang di Sumenep dengan 11 kursi parlemen, sampai saat ini belum menentukan sikap politiknya. “Bisa jadi maju sendiri, bisa jadi berkoalisi. Sampai saat ini masih dipetakan oleh tim,” kata Wakil Ketua DPW PKB Jatim, Hikmah Bafaqih, dikonfirmasi terpisah.

Di Sumenep, kata Hikmah, PKB memang terpilih sebagai pemenang, sehingga bisa mengusung pasangan calon tanpa berkoalisi. “Namun masih perlu dipetakan dulu potensinya. Bagaimana hubungan dengan NU dan kemungkinan-kemungkinan lainnya,” terang Hikmah. (sal/red)