Gresik – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku mengagumi wisata Selo Tirto Giri (Setigi), komplek wisata pasca tambang yang dikelola Bumdesa Sekapuk, Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik. Khofifah menyebut, konsep wisata Setigi Out Of The Box atau tidak umum.

“Konsep wisata Setigi ini out of the box, di era sekarang kita memang dituntut berfikir out of the box untuk percepatan pembagunan perekoomian desa, jangan berfikir linier,” kata Khofifah saat perayaan Hari Anak Nasional di komplek wisata Setigi, Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, Rabu (28/7/2020).

Dia berharap pengembangan ekonomi pedesaan di Desa Sekapuk menjadi inspirasi desa-desa lainnya di Jawa Timur dalam rangka pengembangan ekonomi pedesaan.

“Wisata Setigi ini mulanya bekas tambang, daerah kumuh dan banyak sampah, sekarang menjadi income bagi masyarakat desa,” terang Khofifah.

Dia berharap, wisata Setigi bisa terus berkembang menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat Desa Sekapuk. “Mudah-mudahan bisa dikembangkan, areanya juga sangat luas. Lokasi wisata ini sangat instagramble, dan banyak angel tempat wisata, ada 24 titik spot,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah memberikan bantuan kepada 4 unit Bumdesa dari 4 desa di Kabupaten Gresik masin-masing Rp 50.000.000. Selain Bumdesa di Desa Sekapuk, juga pengelola Bumdesa di Desa Gosari Kecamatan Ujung Pangkah, Desa Giri Kecamatan Kebomas, dan Desa Randuboto Kecamatan Sidayu.

Bantuan tersebut adalah bantuan keuangan khusus program pemberdayaan Bumdesa yang memiliki Unit Usaha Desa Wisata dalam rangka penanganan dampak ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Asjudi, Ketua Bumdesa Sekapuk, menyebut wisata Setigi adalah satu dari 5 unit usaha Bumdesa Sekapuk. 4 unit usaha lainnya adalah, Perusahaan Air Masyarakat (PAM), usaha multi jasa yang melayani simpan pinjam masyarakat, pengolahan sampah masyarakat, dan pengolahan tambang.

Komplek wisata seluas 5 hektare tersebut baru beroperasi awal 2020 lalu. “Sebelumnya bekas tambang, lalu tidak terawat menjadi tempat pembuangan sampah,” jelasnya.

Wisata Setigi dikelola oleh Bumdesa Sekapuk dengan pemilik saham pemerintah desa dan warga desa setempat. Komplek wisata saat ini kata Asjudi masih 50 persen, karena pengembangan masih terus berlanjut seperti pembangunan kolam renang, bumi perkemahan, gedung serbaguna dan tembok penghubung.

“Di lokasi lain kami juga akan membuka kawasan wisata agro dengan nama Kebun Pak Inggih,” ujarnya.

Bumdesa Sekapuk berdiri sejak 2004 lalu, dari usaha-usaha yang dijalankan, Bumdesa ini mampu membukukan omset sekitar Rp 500.000.000 per bulan. “Saat pandemi beberapa bulan lalu sempat turun, sekarang perlahan mulai normal sekitar 400-500 juta per bulan,” pungkasnya. (Red)