Batu – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melalui Program Desa Berdaya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Jatim memberikan reward kepada 151 desa mandiri di Jatim berupa bantuan keuangan khusus masing-masing sebesar Rp 100 juta.

151 desa tersebut adalah desa terpilih dari 332 desa kategori mandiri berdasarkan keputusan Dirjen PPMD Kemendesa Nomor 303 tahun 2020.

Bantuan keuangan tersebut menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Jatim Mohammad Yasin diharapkan dapat digunakan untuk pemulihan ekonomi masyarakat desa di tengah pandemi Covid-19.

“Bantuan ini reward dari ibu Gubernur Jatim untuk pemulihan ekonomi masyarakat desa di tengah pandemi Covid-19,” katanya dalam sambutan tertulis pada Orientasi Program Desa Berdaya Angkatan I di Kota Batu, Minggu (20/6/2021).

Reward tersebut menurut Yasin adalah stimulan untuk dapat menampilkan kinerja kemandirian desa, khususnya dalam rangka menggerakkan kembali perekonomian desa di masa pandemi.
“Tetap fokus penanganan Covid-19, tapi juga tetap bekerja menggerakkan perekonomian warga,” ujarnya.

Program Desa Berdaya terfokus pada 4 kegiatan, pertama menumbuhkan inovasi yang mampu menggerakkan perekonomian desa berbasis potensi dan sumberdaya secara kreatif dan berkelanjutan, kedua memunculkan ikon desa yang khas melalui economic branding berbasis inovasi.

Ketiga mengoptimalkan penggunaan dana desa untuk mendorong pertumbuhan ikon desa yang berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa, dan keempat menciptakan praktik keteladanan (good practices) sehingga menjadi sumber inspirasi.

Seperti diketahui, Pandemi Covid-19 mengguncang perekonomian di Indonesia termasuk di Jatim. Pada triwulan II 2020, pertumbuhan ekonomi Jatim terkontraksi -5,9 persen, triwulan III menjadi -3,75 persen, dan triwulan IV meningkat menjadi -2,64 persen.

Sedangkan pada triwulan I 2021 pertumbuhan ekonomi Jatim menunjukkan tanda-tanda membaik menjadi -0,44 persen, lebih baik dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar -0,74 persen.

Selama Pandemi, banyak kegiatan sektor ekonomi yang terhenti saat Pandemi Covid-19. Dampaknya penurunan pendapatan sebagian besar masyarakat, bahkan kehilangan mata pencaharian.

Kegiatan orientasi tersebut menurut Yasin sebagai upaya untuk menambah wawasan dan menumbuhkan komitmen bersama pemerintah desa, Bumdesa serta pendamping Program Desa Berdaya dari unsur tenaga ahli pembangunan partisipatif dan pendamping desa, serta pendamping lokal desa.

Selain itu juga untuk menyamakan persepsi bersama dalam pelaksanaan Program Desa Berdaya Tahun 2021. (Red)