Surabaya – 8 desa dan kelurahan di Jawa Timur ditetapkan sebagai pemenang lomba desa dan kelurahan Provinsi Jawa Timur tahun ini.

Ke-8 pemenang lomba desa dan kelurahan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 188/466/KPTS/013/2021 tentang Pemenang Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur adalah :

Kategori Lomba Desa

  1. Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar (Juara 1)
  2. Desa Paringan Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo (Juara 2)
  3. Desa Pule Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun (Juara 3)
  4. Desa Lobuk Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep (Juara 4)
  5. Desa Kemangi Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik (Harapan 1)
  6. Desa Sambibulu Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo (Harapan 2).

Kategori Lomba Kelurahan

  1. Kelurahan Banjarejo Kecamatan Taman Kota Madiun (Juara 1)
  2. Kelurahan Sananwetan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar (juara 2)
  3. Kelurahan Gadingkasri Kecamatan Klojen Kota Malang (Juara 3)
  4. Kelurahan Gedongan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto (juara 4).

Piagam penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Jawa Timur Sukaryo kepada para pemenang di Surabaya Senin (11/10/2021) lalu.

Masing-masing pemenang di setiap kategori juga mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp 40 juta untuk pemenang 1, Rp 30 juta untuk pemenang 2, Rp 25 juta untuk pemenang 3, Rp 20 juta untuk pemenang 4, Rp 15 juta untuk pemenang harapan 1 dan Rp 10 juta untuk pemenang harapan 2.

Lomba desa dan kelurahan yang tahun ini mengusung tema “Desa
dan Kelurahan Bangkit, Sehat, Maju dan Sejahtera di Masa Pandemi Covid-19″ digelar untuk mengevaluasi serta mendorong dan memberi motivasi kepada pemerintah desa dan kelurahan beserta masyarakatnya untuk berlomba dan bersaing secara sportif dan positif dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan
pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada
masyarakat.

“Tujuannya untuk mengevaluasi, menilai serta mendorong pemerintah desa dan
kelurahan untuk mengoptimalkan dan mengevaluasi potensi yang ada di wilayahnya serta usaha pembangunan yang dilaksanakan masyarakat desa dan kelurahan atas dasar tekad dan
kekuatan sendiri,” kata Sukaryo.

Selain itu juga untuk mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta untuk mengetahui
capaian atau tingkat keberhasilan pembangunan desa dan kelurahan
dengan melihat pada orisinalitas gagasan, kreativitas, aktivitas, dan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat, partisipasi masyarakat, penanggulangan kemiskinan dan swadaya
gotong-royong masyarakat dalam mewujudkan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (Sal/red)