Malang – Berlokasi di wilayah Malang Raya, kantor BPSDM Malang disebut siap menjadi lokasi posko bencana alam banjir bandang di Kota Batu.

Kesiapan itu disampaikan Kepala BPSDM Provinsi Jatim Aries Agung Paewai di hadapan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan II, angkatan 53, 54 dan 55 Tahun 2021 di lingkungan Pemprov Jatim, Sabtu (6/11/2021) di kantor BPSDM Malang.

“BPSDM Malang, siap jika ditunjuk sebagai tempat posko relawan, tempat menampung masyarakat yang terkena bencana hingga posko bahan logistik yang dibutuhkan bagi masyarakat,” kata Aries.

Menurut Aries, kantor BPSDM cukup memadai dan representatif dijadikan sebagai lokasi posko bahan logistik, posko koordinasi hingga posko untuk relawan.

Sehari sebelumnya, Plh. Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono memimpin langsung Rapat Koordinasi perihal evakuasi korban bencana alam banjir bandang yang ada di Kota Batu.

Bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kasdam V Brawijaya Brigadir Jenderal TNI Agus Setiawan, Sekdaprov Heru meminta Walikota Batu Dewanti Rumpoko untuk segera mempersiapkan posko-posko yang ada di lokasi rawan dan diiringi dengan prokes ketat

“Ibu Walikota tolong dipersiapkan betul posko di daerah rawannya. Nanti Pemprov, Polda, dan TNI akan mempersiapkan keperluannya. Jangan lupa ini masih dalam kondisi pandemi jadi prokes harus dijalankan betul,” kata Heru saat memimpin rapat di Ruang Rapat Utama Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (5/11) siang.

Sekdaprov Heru kemudian melanjutkan dalam proses evakuasi korban maupun daerah rawan bencana. Tenda-tenda pengungsian yang disiapkan sebagai bagian dari proses evakuasi menurut Heru juga harus dibekali dengan alat rapid test antigen hingga pcr demi kesehatan dan keselamatan para pengungsi.

“Saya rasa Ibu Walikota bisa menyampaikan ke Dinas Kesehatan agar alat tersebut disediakan di tenda pengungsian,” katanya

Lebih lanjut, Sekdaprov Heru menyampaikan bahwa pendirian posko yang saat ini terpusat di Balai Kota Among Tani berfungsi sebagai pusat utama koordinasi, sedang Kantor BPBD Kota Batu ini berfungsi sebagai koordinasi search and rescue di lapangan.

“Pusat seluruh koordinasi dan perkembangan apapun yang terjadi dilapangan akan ada di BPBD Batu, lalu untuk pertemuannya dipusatkan di Balai Kota,” papar Heru.

Saat ini terdapat satu lokasi yang dipergunakan sebagai pengungsian. Lokasi tersebut adalah Gedung kesenian yang saat ini telah dipergunakan oleh 10 jiwa. Total pengungsi saat ini adalah 146 jiwa. 98 diantaranya masih dalam proses penyisiran lokasi tempat pengungsian. (Sal/red)