Tulungagung – Kegiatan Sinau Nang Ndeso (Sinando) atau Belajar Di Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Timur menyasar semua kalangan. Di Tulungagung, Sinando menyasar ormas perempuan terbesar di bawah Nahdatul Ulama (NU) yakni Muslimat NU.

Puluhan anggota Muslimat NU tersebut mengikuti kegiatan Sinando pada 17 November 2021 di balai desa Kendal Bulur Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung.

Anggota Muslimat dari Pengurus Cabang Muslimat NU Tulungagung itu belajar keterampilan membuat hantaran nikah.

Tulungagung adalah salah satu daerah sasaran Program Sinando sepanjang November 2021. Di bulan sebelumnya,  Sinando juga digelar di Kabupaten Gresik, Jombang, dan Tulungagung. Total peserta sebanyak 240 peserta dari 9 desa.

Materi pelatihan dipilih berdasarkan kebutuhan masyarakat dengan mempertimbangkan potensi lokal yang  dimiliki.

Pelatihan yang diberikan antara lain, marketing online, barista, pembuatan batik, froasting kopi, pembuatan olahan  pisang, pelatihan desain grafis, anyaman sintetis hingga asesories suspeso.

Sinando gencar dilakukan dalam rangka
penanganan dan pemulihan dampak pandemi Covid-19 di pedesaan sekaligus mencetak pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) baru.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong dan mengungkit berkembangnya usaha-usaha ekonomi pedesaan sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa dan mendorong terciptanya produk unggulan masyarakat dalam kemasan usaha kecil menengah.

Sinando digelar dalam rangka penanganan dampak Covid-19, salah satunya diimplementasikan melalui pelatihan guna peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk meningkatkan pendapatan
dan kesejahteraan masyarakat.

Sinando memberikan stimulus tambahan keterampilan peningkatan
sumberdaya manusia untuk mensejahtera kan masyarakat desa ditengah Pandemi Covid-19.

Selain membantu percepatan pemulihan ekonomi perdesaan di Jawa Timur ditengah pandemi Covid-19,  Sinando juga dipercaya meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia, dan meningkatkan produksi dan pemasaran pengembangan usaha.

Selain itu juga memberikan stimulus kepada pelaku usaha untuk inovasi
usaha dan peningkatan pemasaran serta promosi, meningkatkan pemberdayaan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat perdesaan, serta mendorong terciptanya produk unggulan masyarakat dalam
One Village One Produk (OVOP).

Pada 2020, Sinando digelar di 16 Kabupaten di Jatim dengan 837 peserta, sementara pada 2021 digelar di 6 Kabupten pada 12 Desa dengan 360 peserta. (mad/red)