Surabaya – Kualitas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) semakin diperhitungkan. Hal ini dibuktikan dengan penetapan alokasi penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II terbanyak se Indonesia.

Tahun ini, BPSDM Jatim mendapat alokasi penyelenggaraan PKN tingkat II dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI sebanyak tiga Angkatan. Masing-masing diikuti oleh 60 – 70 peserta. Alokasi penyelenggaraan ini tertinggi dibandingkan lembanga pelatihan di Instansi pusat maupun provinsi penyelenggara PKN II di Indonesia.

Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, tingginya alokasi yang ditetapkan LAN RI ini membuka kesempatan lebih besar bagi ASN di Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jatim untuk mengikuti PKN II. Sesuai jadwal dari LAN RI, PKN II di BPSDM Jatim akan dilaksanakan pada 16 Februari – 10 Juni, 28 Juni – 15 Oktober, dan 23 Agustus – 10 Desember.

“Kita akan segera mempersiapkan diri untuk memaksimalkan pelaksanaan PKN II tahun ini. Kepercayaan dari LAN RI inj harus kita jalankan dengan sungguh-sungguh agar BPSDM Jatim terus mendapatkan prioritas dalam pengalokasian penyelenggaraan PKN,” tutur Aries usai mengikuti Rakor Pra Penyelenggaraan PKN Tingkat II di Auditorium Graha Makarti Bhakti Nagari Corporate University LAN, Jakarta, Rabu (19/1).

Menurut Aries, kepercayaan LAN RI ini tak lepas dari kesiapan sarana prasarana pelatihan di BPSDM yang memadahi yang semakin baik, Baik sarana pembelajaran yang telah dilengkapi multimedia maupun fasilitas pendukung lainnya seperti asrama dan juga mendukung Pro hijau yang tersedia di BPSDM. Selain itu, ketersediaan Widyaiswara (WI) yang kompeten juga menjadi pertimbangan khusus dimana tahun ini akan ada widyaiswara dari luar BPSDM Jatim yang akan menjadi pengajar begitu juga Widyaiswara BPSDM Jatim yang mengajar diberbagai tempat pelaksanaan PKN II. “Dalam penyelengaraan PKN II ini, kita akan menerima peserta tidak hanya dari Pemprov Jatim, melainkan juga dari pemerintah kabupaten/ kota, provinsi di luar Jatim dan instansi kementerian serta lembaga,” ujar Aries.

Pada rakor tersebut, Aries mengusulkan agar keberadaan alumni PKN II yang telah menempati posisi strategis, baik di instansi pusat maupun daerah dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kompetensi yang berkelanjutan bagi ASN lainnya. Salah satunya dengan memanfaatkan dan mengembangkan inovasi yang telah dihasilkan saat mengikuti PKN II dan telah dimplementasikan dilingkungan kerja masing-masing untuk dijadikan nenchmarking bagi peserta PKN II yang akan menjadi peserta disetiap tahunnya.

“Perlu ada semacam website ikatan alumni Pimnas yang nantinya dapat dimanfaatkan bagi para alumni sebagai wadah informasi dan konsultasi serta silahturahmi IKA Pimnas, disitulah berbagai produk-produk informasi inovasi dan juga karier para alumni Pimnas terupdate dengan lengkap.” pungkas Aries.

Sementara itu, Kepala LAN RI Adi Suryanto menyampaikan rasa banganya dan salut kepada Pemprov Jatim. Sebab, Pemprov melalui BPSDM Jatim telah sukses menyelenggarakan PKN II pada tahun 2021 dengan baik dan tertib walaupun ditengah kondisi pandemi.

Inovasi-inovasi yang dihasilkan peserta PKN II dari BPSDM Jatim juga dinilai sangat berkualitas. Selain itu, para WI yang mengajar diakuinya telah kompeten sesuai dengan kebutuhan PKN II. “Profesionalitas dari penyelenggaraan PKN dan kreatifitas BPSDM Jatim harus terus dijaga. Dan untuk lembaga pelatihan lainnya, sekiranya dapat benchmarking ke BPSDM Jatim dalam menyiapkan sarana prasaran pelatihan dan fasilitas pendukungnya dalam menyelenggarakan PKN II,” tutur Adi.

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN Muhammad Taufik menyampaikan, pada tahun 2022 ini pola pelatihan sudah akan mengalami perubahan. Semula, pola pelatihan hanya dilakukan dengan klasikal akan berubah menjadi blended learning yang akan dimulai bulan juni, sedangkan pola klasikal masih diberikan kesempatan diselenggarakan dibulan februari sampai dengan mei. Dengan pola tersebut, peserta akan lebih banyak belajar secara mandiri dengan memanfaatkan digitalisasi secara mandiri. Pelaksanaan PKN II sebelumnya dilaksanakan selama 4 bulan lebih. 27 hari didalam kelas (on campus) dan 74 hari ditempat kerja (off campus).

“Sedangkan pola baru hanya dijalani selama 3 bulan 10 hari. Dengan rincian, 21 hari belajar mandiri secara digital (Learning Management System). Kemudian 10 hari didalam kelas (on campus) dan 60 hari kembali ke instansi untuk aktualisasi (off campus). Selanjutnya, tahap akhir yaitu 4 hari peserta mengikuti seminar akhir proyek perubahan,” jelas M Taufik. (Red)