Surabaya – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Jawa Timur mendorong pemerintah desa di seluruh Jawa Timur untuk membangun sarana perpustakaan di masing-masing desa.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Jawa Timur Soekaryo SH MH saat Webinar Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia Desa Melalui Pembentukan Perpustakaan Desa, Kamis (27/1/2022).

Menurut Soekaryo, perpustakaan adalah instrumen penting dalam mewujudkan point keempat arah pembangunan desa yang berkelanjutan yakni pendidikan desa yang berkualitas.

“Juga searah dengan semangat Nawa Bhakti Satya Gubernur Jatim yakni bhakti ketiga yang berbunyi Jatim cerdas dan sehat. Dalam hal tersebut visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim menyediakan layanan kesehatan dan pendidikan yang gratis dan berkualitas,” kata Soekaryo.

Hasil riset pusat penelitian kebijakan pendidikan dan kebudayaan Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2019 menyebut, indeks aktifitas literasi membaca di Jawa Timur masih terbilang rendah, yakni 33,19, atau berada di urutan ke-26 dari 34 provinsi di Indonesia.

Atas dasar tersebut kata Soekaryo, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga sudah berkirim surat kepada bupati dan walikota agar membentuk perpustakaan desa/kelurahan guna mendekatkan akses pelayanan dasar pendidikan kepada masyarakat.

“Dalam suratnya, Ibu Gubernur meminta bupati dan walikota menggalakkan kembali promosi gemar membaca dengan memanfaatkan perpustakaan daerah, memfasilitasi terbentuknya perpustakaan desa/kelurahan dengan menggunakan dana desa, pendapatan asli desa dan sumber lain yang sah,” jelas Soekaryo.

Menurutnya ada 4 tujuan penting dibangunnya perpustakaan di desa dan kelurahan, pertama menggalakkan minat baca masyarakat dengan memanfaatkan waktu luang untuk membaca agar tercipta masyarakat yang kreatif, dinamis, produktif dan mandiri.

Kedua mendidik masyarakat untuk memelihara dan memanfaatkan bahan perpustakaan secara tepat guna dan berhasil guna.

Ketiga menyimpan dan mendayagunakan berbagai dokumen budaya sebagai sumber informasi, penerangan, pembangunan dan menambah wawasan pengetahuan masyarakat pedesaan.

Dan keempat, menyediakan buku-buku pengetahuan maupun keterampilan untuk mendukung keberhasilan kegiatan masyarakat di berbagai bidang, misalnya pertanian, perikanan, pengolahan dan pemasaran. (faz/red)