Surabaya – 4 kepala daerah di Jawa Timur menerima penghargaan khusus dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Kamis (24/2/2022).

Keempat kepala daerah tersebut dianggap berhasil mengawal tersalurnya 100 persen Program Dana Desa tahun anggaran 2022.

Keempat daerah tersebut tidak hanya tercepat dari daerah-daerah lain di Jawa Timur, melainkan juga secara nasional.

Empat kepala daerah tersebut yakni Bupati Tulungagung (257 desa), Bupati Madiun (198 desa), Bupati Magetan (24 desa), dan Bupati Blitar (76 desa).

Penghargaan kepada 4 kepala daerah tersebut diberikan saat Rakor Percepatan Pencairan Dana Desa 2022 di Jawa Timur di Dyandra Convention Hall Surabaya, Kamis (24/2/2022).

Pada tahun anggaran 2022, Jawa Timur mendapatkan alokasi Program Dana Desa sebesar Rp 7,76 triliun. Nilai tersebut naik Rp 110 miliar dari tahun sebelummya sebesar Rp 7,65 triliun.

Hingga 24 Februari, alokasi tersebut sudah berhasil disalurkan atau dicairkan sebesar Rp 600 milliar atau 7,75 persen.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi 4 kepala daerah tersebut dalam mempercepat penyaluran dana desa. “Semoga kepala daerah yang lain bisa menyusul,” katanya.

Program dana desa menurut dia adalah instrumen signifikan dalam pengentasan kemiskinan di Jawa Timur. Bahkan Jawa Timur mencatat rekor penurunan angka kemiskinan di tengah pandemi Covid-19.

Prestasi penurunan angka kemiskinan  tersebut terjadi pada periode Maret hingga September 2021. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) di periode tersebut penurunan angka kemiskinan mencapai 313,13 ribu jiwa dengan prosentase tertinggi nasional.

Data tersebut berhasil mengoreksi angka kemiskinan Jatim dari 4,57 juta jiwa (11,40%) menjadi 4,25 juta jiwa (10,59%) atau turun 0,81 persen. Capaian dimaksud disebut tertinggi di Jawa Timur sejak 10 tahun terakhir.

Angka yang dicapai Jatim tersebut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan nasional sebesar 30,13 persen. Secara nasional, penurunan angka kemiskinan mencapai 1,03 juta jiwa dari total penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,5 juta jiwa.

Penurunan angka kemiskinan ini juga diikuti dengan menipisnya disparitas angka kemiskinan di perkotaan dan pedesaan.

Di perdesaan, penurunan angka kemiskinan terjadi dari 15,05 persen menjadi 13,79 persen atau terkoreksi minus 1,26 poin.

Sedangkan di perkotaan, angka kemiskinan turun dari 8,38 persen menjadi 7,99 persen atau terkoreksi minus 0,39 persen. (Sal/red)