Surabaya – Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) dan Latihan Dasar (Latsar) CPNS serta ASN tak hanya ditempa dengan materi-materi seputar pemerintahan. Di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim, para peserta juga mendapat penguatan mental spiritual yang diasuh langsung oleh ulama ternama, Dr H Das’ad Latif, S.Sos,,S.Ag,Ph.D, Senin (14/3).

Materi ini menjadi penguatan dalam wujudkan Kompetensi ASN yang ber-AKHLAK (Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif).

Dalam kesempatan itu, sebanyak 160 peserta PKA dan PKP hadir secara luring dan 500 orang peserta Latsar CPNS dan ASN mengikuti melalui daring.

Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai, dalam sambutannya mengatakan, melalui ceramah kepemimpinan berAKHLAK ini diharapkan para peserta memiliki karakter yang amanah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Pengembangan kompetensi bukan hanya proses menimba ilmu administrasi dan pemerintahan. Namun, penting sekali dalam diri ASN tertanam kepribadian yang lebih baik sesuai tuntunan agama,” ujar Aries.

Mengawali ceramahnya, Ustadz Das’ad menyampaikan, seorang pemimpin yang adil menjadi salah satu dari tujuh golongan manusia yang akan mendapat perlindungan Allah SWT di hari penghitungan kelak. Namun, tidak mudah untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang adil dan amanah sekaligus bahagia.

Ulama yang juga dosen public relations Universitas Hassanuddin Makassar itu membagikan lima tips agar bisa menjadi seorang pemimpin yang amanah sekaligus bahagia. Antara lain senantiasa menuntut ilmu secara berkelanjutan, menghaluskan tutur kata, menyambung tali persaudaraan dengan prasangka baik, bersedekah dan mendirikan ibadah di sepertiga malam.

“Karena yang membedakan anda dengan orang lain adalah ilmu. Pangkat boleh sama, golongan boleh sama, tapi ilmu dan kualitas diri itu yang akan membedakan,” ujar Dr Das’ad.

Disamping itu, beliau juga mewanti-wanti kepada para peserta untuk dapat menghindari perilaku yang dapat menyebabkan putusnya tali persaudaraan yaitu membicarakan kejelekan orang lain dan berprasangka buruk terhadap orang lain. “Anda sekalian cukup bekerja dengan baik, memiliki loyalitas dan berintegritas, senantiasa berdo’a kepada Allah SWT dan sisanya tinggal serahkan semua kepada-Nya,” ujar dia.

Mengakhiri ceramahnya, Ustadz Das’ad menutup acara dengan memimpin do’a bersama para peserta dan segenap ASN, Pejabat Struktural dan Fungsional yang hadir dalam acara tersebut. (Red)