Surabaya – Bupati Ponorogo Giri Sancoko optimistis kesenian reog segera menjadi warisan budaya tak benda dan diakui Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO).

“Saya sangat-sangat optimistis untuk itu,” ujar Giri Sancoko kepada wartawan di sela menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Selasa.

Sebagai upaya tindak lanjut, Giri mengaku mendapat undangan dari Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pada Rabu (20/4) di Jakarta.

“Tapi, saya sudah izin tidak bisa hadir karena pada waktu bersamaan ada rapat bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Ponorogo,” ucap dia.

Persoalan reog ini, kata Giri, hampir menemui titik terang, terlebih selama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengacu hasil tim penilai.

“Sudah jelas tim penilai ini independen yang kapabel dan ahli di bidangnya, lalu juga fasilitator UNESCO,” kata bupati yang juga politikus muda tersebut.

Ia menyatakan adanya dokumen yang lengkap terkait dengan kesenian reog tersebut sebagai warisan budaya tak benda.

“Yang jelas, semua dokumen sudah komplet. Kami punya segudang bukti dan segudang literatur yang dijadikan acuan untuk mengajukannya ke UNESCO,” tutur Giri.

Reog Ponorogo adalah seni pertunjukan tradisional rakyat Ponorogo yang di dalamnya terdapat unsur-unsur penari warok, jatil, bujangganong, kelana sewandana, dan barongan.

Tarian tersebut diiringi dengan seperangkat instrumen pengiring reog khas ponoragan yang terdiri atas kendang, kempul (gong), kethuk-kenong, slompret, tipung, dan angklung.

Menko PMK Muhadjir Effendy mendukung kesenian Reog Ponorogo diusulkan ke UNESCO sebagai warisan budaya tak benda RI.

“Saya upayakan supaya berhasil dan bisa menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi masyarakat Ponorogo tapi juga seluruh Indonesia,” kata dia.

Ia mengatakan kesenian Reog Ponorogo masuk nomine tunggal warisan budaya tak benda (intangible cultural heritagen/ICH) setelah sebelumnya tercatat sebagai warisan budaya tak benda Indonesia oleh Mendikbud RI pada 2013. (Red)