SURABAYA VIRAL - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2027 yang diselenggarakan oleh Bappeda Provinsi Jawa Timur, Rabu (28/1/2026).
Dalam kesempatan itu Wagub Emil menegaskan bahwa pembangunan harus dirancang dan direncanakan secara terstruktur dan terukur. Namun pihaknya mengakui bahwa fiskal menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi di waktu mendatang.
“Ini memang masih bulan Januari 2026 tapi kita sudah bicara 2027, tapi kenapa kita melakukan itu karena ini adalah proses yang berkesinambungan, kita memulai sedini mungkin,” tegas Emil.
“Jadi ini paralel melaksanakan pembangunan tahun 2026 sebaik-baiknya dan mulai merencanakan 2027 sedini mungkin,” imbuhnya.
Lebih lanjut Emil menegaskan bahwa tema pembangunan tahun 2027 adalah penguatan pelayanan dasar. Baik itu bidang pendidikan, kesehatan, kemiskinan, penanggulangan bencana.
Pihaknya pun mengarahkan di forum ini semua bisa memetakan perencanaan program pembangunan yang tak hanya penting tapi juga urgen.
“Karena sekarang tidak bisa memiliki mana yang lebih prioritas karena semua prioritas. Tapi kuta bicara mana yang penting dan urgen,” kata Emil.
Pemerintah harus memastikan pelayanan dasar bagi masyarakat bisa dijalankan maksimal dan terpenuhi kebutuhannya di tengah kebijakan fiskal yang terbatas.
Sebagaimana diketahui bahwa di tahun 2026 ini Pemerintah Pusat memangkas sebesar Rp 2,8 trilliun anggaran TKD untuk Pemprov Jawa Timur.
“Itu di tahun 2026, nah kita belum tahu di 2027 tetapi kemudian bagaimana reformulasi ini dijawab dengan sinergi, jadi bukan berarti yang nyampe ke masyarakat berkurang,” tegasnya.
“Kita upayakan masyarakat tetap dapat pelayanan yang baik tapi hanya komposisinya saja antara provinsi pusat dan kabupaten kota ini harus dikocok ulang supaya kompetibel dan tidak tumpang tindih,” imbuh Emil.
Dalam kesempatan ini tampak hadir secara langsung Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf, Kepala Dinas Sosial Jatim, perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan banyak peserta dari berbagai daerah.
Hal senada juga disampaikan Kepala Bappeda Jatim Mohammad Yasin. Ada lima hal yang menjadi fokus pembanguna di tahun 2027, yaitu pendidikan, kesehatan, ketentraman dan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.
“Kita akan petakan mana yang penting dan yang paling urgen, itu yang harus coba kita alokasikan dengan kemampuan fiskal kita yang tidak semakin meningkat tapi justru semakin turun karena ada penyesuaian anggaran dari dana transfer,” tegas Yasin.
Dalam forum RKPD untuk penyusunan pembangunan tahun 2027 ini digunakan asumsi pendapatan asli daerah naik sekitar 5-10 persen. Sedangkan untuk dana transfer daerah diasumsikan sama dengan tahun 2026.
“Tapi yang paling penting adalah sebagaimana arahan Ibu Gubernur yaitu creative financing. Memang kita coba akan upayakan melalui keterlibatan berbagai pihak, supaya pembangunan ini bisa bersinergi antara pusat, provinsi dan kabupaten kota serta utamanya teman-teman dunia usaha perguruan tinggi,” pungkas Yasin. (Sal/red)