Surabaya – 6 desa dan 4 kelurahan di Jawa Timur masuk nominasi pemenang lomba desa dan kelurahan yang digelar rutin setiap tahun oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Jawa Timur tahun ini.

6 desa dan 4 kelurahan itu adalah peserta terbaik yang terpilih secara berjenjang dari seleksi tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten dan kota se-Jatim. Tahun ini ada
17 desa dan 7 kelurahan dari 23 kabupaten dan kota di Jatim yang mengikuti lomba.

Tim penilai tingkat provinsi kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Jatim Mohammad Yasin menilai mulai dari tahap paparan dokumen. “Ada ada 8 desa dan 6 kelurahan yang masuk tahap paparan. Lalu mengerucut menjadi 6 desa dan 4 kelurahan,” katanya Rabu (28/7/2021).

6 desa dan 4 kelurahan itu lantas mengikuti penilaian lapangan untuk menilai kesesuaian data dan informasi yang disampaikan dalam dokumen dengan
kondisi riil yang ada di lapangan. 6 desa dan 4 kelurahan itu adalah :

  1. Desa Kemangi Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik
  2. Desa Sambibulu Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo
  3. Kelurahan Gedongan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto
  4. Desa Lobuk Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep
  5. Desa Paringan Kecamatan Jenangan
    Kabupaten Ponorogo
  6. Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon
    Kabupaten Blitar
  7. Kelurahan Sananwetan, Kecamatan
    Sananwetan Kota Blitar
  8. Kelurahan Gadingkasri Kecamatan Klojen Kota Malang
  9. Desa Pule Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun
  10. Kelurahan Banjar Rejo Kecamatan Taman Kota Madiun

Selanjutnya, tim penilai akan memilih juara I sampai dengan IV desa serta juara harapan I dan II Desa, serta juara I sampai dengan IV kelurahan.

“Juara 1 desa dan juara 1 kelurahan akan diikutkan dalam lomba tingkat regional II yang digelar Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya.

Lomba desa dan kelurahan yang tahun ini mengusung tema “Desa
dan Kelurahan Bangkit, Sehat, Maju dan Sejahtera di Masa Pandemi Covid-19″ digelar untuk mengevaluasi serta mendorong dan memberi motivasi kepada pemerintah desa dan kelurahan beserta masyarakatnya untuk berlomba dan bersaing secara sportif dan positif dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan
pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada
masyarakat.

Tujuannya untuk mengevaluasi, menilai serta mendorong pemerintah desa dan
Kelurahan untuk mengoptimalkan dan mengevaluasi potensi yang ada di wilayahnya serta usaha pembangunan yang dilaksanakan masyarakat desa dan kelurahan atas dasar tekad dan
kekuatan sendiri.

Selain itu juga untuk mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta untuk mengetahui
capaian atau tingkat keberhasilan pembangunan desa dan kelurahan
dengan melihat pada orisinalitas gagasan, kreativitas, aktivitas, dan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat, partisipasi masyarakat, penanggulangan kemiskinan dan swadaya
gotong-royong masyarakat dalam mewujudkan peningkatan kualitas
hidup masyarakat. (sal/red)