Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar Kursus Kader Kebangsaan Jilid II di Desa Wonocoyo, Kabupaten Trenggalek. Kali ini dikhususkan untuk mempersiapkan dan membekali kaum Generasi Z agar berkontribusi secara kongkrit dalam gerakan revolusi mental tersebut.

Sebelum melaksanakan acara tersebut, pihak UNESA melakukan koordinasi Kepala Desa beserta Perangkat Desa, tokoh masyarakat dan agama, warga dan masyarakat Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Koordinasi ini di awali dengan pemaparan Dosen Lapangan Agung Stiawan. Harapannya, agar semua elemen masyarakat ini berperan dan membantu program agar terlaksana sebagai mana mestinya sekaligus meminta izin untuk melakukan PKM di Daerah Tersebut.

Menurut Agung, terbentuknya Desa Pancasila adalah merupakan wujud komitmen Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk mendarahdagingkan Pancasila di seluruh sendi kehidupan bangsa Indonesia. Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia berperan sebagai dasar kehidupan serta pedoman hidup bersama bagi seluruh bangsa Indonesia. Pancasila merupakan perwujudan cita-cita luhur dan tujuan utama bangsa Indonesia.

Seiring dengan berkembangnya jaman, muncul kekhawatiran akan ancaman terhadap nilai-nilai luhur Pancasila, satu diantaranya yang sering terjadi adalah kurang baiknya toleransi antar golongan, ras, suku, dan agama. “Itulah kenapa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus ditegakkan kembali agar kelima butir nilai Pancasila merasuk ke dalam setiap aspek kehidupan bangsa kita tercinta ini,” kata Agung, Kamis (16/9/2021).

Ada sejumlah acara dalam kegiatan tersebut diantaranya, Observasi dan Take Video Profil Konservasi Penyu Kili-Kili. Dalam Acara ini, Peserta diajak unuk melakukan observasi lapangan guna untuk pengambilan video yang akan di kemas menjadi video profil. Dalam pemaparan dengan aparat desam ada program usulan terkait adanya pengembangan Edu-Wisata Konservasi Penyu Kili-Kili dimana tidak hanya berfokus pada komoditi ekonomi saja melainkan juga pada sektor Pendidikan bahwa Penyu merupakan salah satu hewan yang di lindungi oleh negara.

Selanjutnya, pelatihan digital marketing. Dalam program ini, bertujuan untuk melakukan digitalisasi. Mengingat potensi Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek ini sangat beragam, baik dari wisata, pendidikan, makanan dsb. “Salah satunya adalah makanan, dengan harapan masyarakat ini dapat berdaya secara ekonomi sehingga dapat berdikari ekonomi di masa pandemi ini. Pelatihan digitalisasi marketing ini menggunakan market place shopee dengan pertimbangan pengguna mayoritas market place shopee di masyarakat. Output dari pelatihan ini adalah, dapat mendongrak pererkonomian masyarakat,” jelas Agung.

Kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discusion (FGD) dengan pembentukan komunitas. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai Nasionalisme yang mulai pudar yang diharapkan mampu menumbuhkan kembali nilai-nilai Nasionalisme dan juga mencegah adanya persebaran radikalisme yang massif di akar rumput yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dengan menampung permasalahan masyarakat lalu diberikan solusi sebagai penawaran untuk penyelesaian permasalahan masyarakat. Kelompok tim Unesa sendiri disini sebagai Mediator dengan posisi yang netral dan segala keputusan diserahkan kepada komunitas.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Kunjungan Ke Tempat Pengolahan Sampah dan Bioreaktor serta Bakti desa dengan resik kampung. (Sal/red)