SURABAYA VIRAL - Puluhan pendaki dievakuasi akibat terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang Selasa (18/6/2026) malam.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim Jumadi menjelaskan, keputusan evakuasi para pendaki dilakukan setelah bascamp Sumber Brantas menerima laporan Karhutla dari relawan yang berada di Puncak Kembar 2 Gunung Arjuno pada Selasa malam pukul 21.50 WIB.
"Semua pendaki dari semua jalur dievakuasi setelah ada laporan bahwa api terpantau sudah melebar ke jalur pendakian via Sumberbrantas atau di sebelah timur Kembar 2) dengan kondisi angin di lokasi sangat kencang," katanya dikonfirmasi Rabu (19/8/2026).
Sampai saat ini penyisiran para pendaki masih terus dilakukan untuk memastikan bahwa semua pendaki sudah dievakuasi demi keselamatan.
Rabu siang menurut Jumadi, tim gabungan dari Dishut Jatim, BPBD Jatim, relawan mahasiswa pecinta alam sudah melakukan pemadaman. "Siang tadi saya sudah berangkatkan tim ke Lembah Lengkehan untuk upaya pemadaman," ujarnya.
Jalur pendakian Gunung Arjuno - Welirang di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo sendiri ditutup sementara sejak Rabu (19/8/2026) sampai waktu yang belum ditentukan.
Penutupan berdasarkan surat pengumuman yang dikeluarkan UPT Tahura Raden Soerjo Nomor 500.4.6.10/1276/123.7.2/2026.
Di bagian lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim mengupayakan pemadaman Karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang dengan skema Water Bombing.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Subroto, skema water bombing dipilih karena lokasi titik api terdeteksi di lokasi yang sulit dijangkau. "Hasil pemetaan via udara, ada 3 titik api yang terdeteksi," katanya dikonfirmasi Rabu (19/8/2026)
Rencananya, air akan diambil dari kolam di kawasan Kaliandra untuk diangkut menggunakan heli ke lokasi titik api. "Kita sedang upayakan helikopter yang bisa mengangkut air sebanyak 1 ton sekali angkut," jelasnya. (Sal/red)