SURABAYA VIRAL - Tercatat mulai hari ini Senin (12/10/2026) hingga Rabu (14/10/2026) mendatang, 15 calon Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya periode 2026-2030 menjalani uji kelayakan di hadapan Komisi Seleksi Kementerian Agama (Kemenag).
Berdasarkan undangan yang beredar, uji kelayakan digelar di sebuah hotel di kawasan Jalan Rajawali Selatan Raya.
Dalam uji kelayakan, oara calon rektor akan berhadapan langsung tim Komisi Seleksi bentukan Kemenag.
Tim Komisi Seleksi diantaranya terdiri dari pejabat tinggi Kemenag, dan guru besar senior dari sejumlah perguruan tinggi Islam di Indonesia.
Ke-15 nama calon rektor tersebut sebelumnya dinyatakan lolos seleksi oleh panitia seleksi UINSA. Mereka adalah :
1. Prof Wahidah Zein Br Siregar, Dra., MA., Ph.D.
2. Prof. Abdul Kadir Riyadi, Ph.D.
3. Prof. Dr. H. Mohammad Thohir, S.Ag., M.Pd.
4. Prof. Dr. Hj. Titik Triwulan, M.H.
5. Prof. Dr. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D.
6. Prof. Dr. Abdul Chalik, M.Ag.
7. Prof. Dr. Khoirun Niam, M.Ag.
8. Prof. Dr. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag.
9. Prof. Dr. Hj. Zumrotul Mukaffa, M.Ag
10. Prof. Dr. Siti Warjiyati, S.H., M.H.
11. Prof. Dr. Rubaidi, M.Ag.
12. Prof. Dr. Hj. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag.
13. Prof. Dr. H. Mohammad Kurjum, M.Ag.
14. Prof. Dr. Achmad Muhibin Zuhri, M.Ag.
15. Prof. Drs. H. Nur Kholis, M.Ed.Admin., Ph.D.
Pekan lalu, Senat UINSA melakukan penilaian kualitatif kepada ke-15 calon rektor. Penilaian kualitatif memiliki beberapa indikator, antara lain moralitas, kepemimpinan, manajerial, kompetensi akademik, dan jaringan kerja sama.
Dari hasil skroring penilaian, berhasil dihimpun 3 nama terbaik berdasarkan hasil perhitungan skor.
Tanpa menyebut angka skor, kelima nama berdasarkan skor tertinggi yakni,
- Prof. Dr. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D,
- Prof. Dr. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag.
- Prof. Abdul Kadir Riyadi, Ph.D.
Jangan Salah Pilih
Menanggapi tahapan uji kelayakan calon rektor UINSA 2026-2030, Juru Bicara FKUP UINSA, A. Bajuri mengingatkan Menteri Agama Nazarudin Umar soal janjinya untuk memperbaiki sistem penilaian calon rektor perguruan tinggi di hadapan anggota Komisi VIII saat Rapat Dengar Pendapat bulan lalu.
Ia menilai salah satu langkah penting dalam proses kali ini adalah komitmen Menag untuk menerima langsung hasil pertimbangan kualitatif Senat UINSA, tanpa melalui perantara yang dapat menimbulkan keraguan atau salah persepsi.
Menurut Bajuri, langkah tersebut penting agar aspirasi dan hasil penilaian akademik dari Senat dapat diterima secara utuh oleh Menteri Agama sebagai bagian dari proses penentuan rektor.
“Kami sangat mengapresiasi karena Pak Menteri benar-benar menerima langsung hasil penilaian Senat. Ini menunjukkan keseriusan untuk mendengar hasil proses akademik dari kampus, bukan sekadar menerima informasi dari pihak lain. Yang penting jangan kebobolan lagi,” katanya.
Bajuri menegaskan, semua hasil penilaian adalah kewenangan Menteri Agama. Namun, pihaknya berharap kewenangan tersebut dijalankan dengan mempertimbangkan hasil penilaian akademik, rekam jejak, kompetensi, integritas, serta kebutuhan nyata UINSA untuk segera pulih.
Menurutnya, persoalan pemilihan rektor sebelumnya harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Pengangkatan pemimpin perguruan tinggi bukan hanya persoalan memenuhi prosedur formal, tetapi juga membangun kepercayaan dan memastikan kepemimpinan dapat diterima oleh sivitas akademika.
“UINSA sudah mengalami dinamika yang tidak ringan. Jangan sampai kita mengulangi persoalan yang sama. Yang dibutuhkan sekarang adalah rektor terbaik, yang memiliki kapasitas memimpin, mampu merangkul semua unsur, dan bisa segera bekerja untuk memulihkan suasana kampus,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pernyataan Menag yang menegaskan tidak memiliki beban dalam mengambil langkah demi kepentingan bangsa dan negara.
“Pernyataan bahwa beliau tidak memiliki beban seharusnya menjadi jaminan moral bahwa keputusan nanti benar-benar diambil berdasarkan kepentingan terbaik UINSA, bukan karena tekanan atau kepentingan kelompok tertentu. Kami berharap komitmen itu diwujudkan dalam keputusan yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Bajuri.
Bajuri menyatakan FKUP UINSA akan terus mengawal proses pemilihan rektor agar berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan pemimpin yang mampu mengembalikan suasana akademik yang kondusif.
Ia berharap seluruh tahapan di Kementerian Agama berlangsung cermat, transparan dalam batas yang diatur regulasi, dan menghormati hasil pertimbangan Senat.
“Pesan kami sederhana: Pak Menteri sudah berjanji tidak ingin kebobolan lagi. Sekarang mari kita kawal bersama agar janji itu menjadi kenyataan. Jangan sampai ada lagi keputusan yang justru menimbulkan polemik baru,” katanya.
Bajuri menambahkan, FKUP menginginkan agar setelah rektor definitif ditetapkan, seluruh unsur kampus dapat kembali berkonsentrasi pada tugas utama perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan mutu dan reputasi UINSA.
“UINSA harus segera kembali normal dan bergerak maju. Kami ingin rektor yang terpilih nanti menjadi pemimpin bagi seluruh keluarga besar kampus, bukan hanya bagi satu kelompok. Pada akhirnya, yang harus kita menangkan bukan kepentingan orang per orang, melainkan masa depan UIN Sunan Ampel Surabaya,” pungkasnya. (Sal/red)