SURABAYA VIRAL - Pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur jalan tol untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Timur.
Salah satu yang disiapkan adalah Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) yang akan dibuka secara fungsional pada sejumlah ruas strategis.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Javid Hurriyanto, menyampaikan bahwa ruas Tol Prosiwangi seksi Gending–Kraksaan–Paiton hingga Besuki akan difungsikan sementara selama periode mudik Lebaran tahun ini. Selama masa operasional tersebut, pengendara tidak akan dikenakan tarif atau gratis.
Menurut Javid, kebijakan pembukaan tol secara fungsional ini bertujuan membantu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur Pantura Jawa Timur yang setiap tahun mengalami lonjakan volume kendaraan saat musim mudik.
“Tol ini akan dibuka secara fungsional mulai 14 Maret hingga 28 Maret 2026. Selama periode itu pengguna jalan tidak dikenakan tarif atau nol rupiah,” ujar Javid kepada awak media di Kantor BBPJN Jatim–Bali, Surabaya, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, pengoperasian sementara tersebut mencakup ruas dari Gerbang Tol Gending hingga exit tol Besuki yang kini resmi berganti nama menjadi Situbondo Barat. Jalur ini diharapkan dapat mempercepat mobilitas pemudik yang menuju wilayah tapal kuda hingga Banyuwangi.
Dalam skema operasionalnya, ruas Gending–Kraksaan–Paiton akan dibuka penuh selama 24 jam. Pada seksi ini seluruh jenis kendaraan diperbolehkan melintas tanpa pembatasan golongan kendaraan.
“Untuk ruas Gending sampai Paiton dibuka 24 jam dan bisa dilalui oleh semua golongan kendaraan,” jelasnya.
Namun pengaturan berbeda diberlakukan pada seksi lanjutan dari Paiton menuju Besuki atau Situbondo Barat. Pada ruas tersebut, operasionalnya masih bersifat terbatas baik dari sisi jenis kendaraan maupun waktu pelayanan.
Javid menyebutkan bahwa pada seksi Paiton–Besuki hanya kendaraan Golongan I atau kendaraan pribadi yang diperkenankan melintas. Selain itu, jam operasionalnya juga dibatasi demi menjaga aspek keselamatan pengguna jalan karena ruas tersebut masih berstatus fungsional.
“Untuk ruas Paiton ke Besuki hanya kendaraan Golongan I dan jam operasionalnya mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB,” ungkapnya.
Pembatasan tersebut, lanjut Javid, dilakukan karena ruas tersebut belum sepenuhnya melalui tahapan uji kelayakan fungsi sebagaimana standar jalan tol yang siap beroperasi secara penuh.
Ia menambahkan, untuk ruas Gending–Kraksaan–Paiton sendiri telah melewati tahapan uji laik fungsi sehingga dinilai aman untuk dilalui kendaraan selama 24 jam.
“Seksi Gending–Kraksaan–Paiton sudah melewati masa uji laik fungsi sehingga bisa dioperasikan penuh,” katanya.
Sementara itu, untuk ruas Paiton–Besuki masih dalam tahap penyelesaian dan akan segera diajukan proses uji kelayakan agar dapat beroperasi secara permanen ke depannya.
“Seksi Paiton–Besuki saat ini masih bersifat fungsional dan dalam waktu dekat akan diajukan untuk uji kelayakan,” tambahnya.
Pembukaan fungsional Tol Prosiwangi ini diharapkan dapat memberikan alternatif jalur bagi para pemudik yang menuju wilayah Probolinggo, Situbondo hingga Banyuwangi. Selain itu, keberadaan tol ini juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan di jalur nasional Pantura yang selama ini menjadi jalur utama transportasi darat di kawasan tersebut.
Pemerintah melalui BBPJN Jatim–Bali pun terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kesiapan infrastruktur, rambu lalu lintas, hingga fasilitas keselamatan sebelum tol difungsikan selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2026. (Sal/red)