Malang Viral - Kampus Binus Malang menggelar pameran CITRAPATA - Final Project Exhibition pada 6-9 Juli 2026. Total ada 94 karya inovatif mahasiswa dari program Visual Communication Design (DKV) dan Interactive Design & Technology (IDT).
CITRAPATA dalam bahasa Sansekerta berarti lembaran hidup atau lembaran karya. Secara filosofis karya mahasiswa diharapkan benar-benar memberikan dampak positif dan membantu memecahkah masalah masyarakat.
Head of Visual Communication Design Binus Malang, Victor Adiluhung Abednego, mengatakan sebelum menghasilkan karya setiap mahasiswa harus riset lapangan mendalam ke pelaku usaha kecil, instansi pemerintahan dan lainnya.
"Tujuan utamanya pemecahan masalah. Bagaimana tiap karya jadi solusi bagi masyarakat," kata Victor.
Tiap inovasi dan karya mahasiswa harus memperhatikan beberapa aspek penting. Seperti problem solving, estetika, sampai teknologi tepat guna. Itu untuk mengingatkan peran desainer di era modern hadir untuk memecahkan masalah di tengah masyarakat.
"Pendekatan teknologi dan riset mendalam menghasilkan karya yang humanis dan berakar kebudayaan lokal," ujar Victor.
Setiap karya dipastikan melalui serangkaian proses akademik. Sebab karya itu juga menjadi tugas akhir dan diuji secara akademis oleh dosen sebelum mahasiswa dinyatakan lulus kuliah.
Beberapa karya yang dipamerkan seperti permainan bernama 'Jogo Nusanatara' berupa alat peraga mitigasi bencana alam. Ada pula yang mengangkat pahatan cerita di relief Candi Jago. Relief dijadikan motif batik, udeng, gantungan kunci dan karya lainnya.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, mengatakan setiap akhir tahun mahasiswa didorong memamerkan karya mereka ke publik. Pameran inovasi itu tidak hanya diapresiasi, juga agar mendapat masukan dari pihak manapun.
"Hasil akhir karya mahasiswa kami dorong bisa berdampak positif ke masyarakat," kata Nelly.
"Ini merupakan wujud nyata komitmen BINUS University dalam fostering and empowering the society," tegas Dr. Nelly sapaan akrabnya.
Direktur Kampus Binus Malang, Robertus Tang Herman, mengatakan tiap karya mahasiswa mengedepankan problem based learning. Agar karya inovasi itu benar-benar berdampak dan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Inovasi berdampak dan sesuai kebutuhan masyarakat agar peran kampus benar-benar bisa diwujudkan," ujarnya.
Dia menambahkan, desain komunikasi sekarang semakin dinamis seiring perkembangan dunia digital. Karena itu mahasiswa dituntut lebih kreatif dan mampu menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.(zar/red)