BIP Beri Tanggapan Soal Kabar Bantuan Sosial di Sidoarjo yang Ditarik

Founder BIP Ali Zainal Abidin (kedua dari kiri) memberikan klarifikasi kepada media, Minggu (12/7/2026). (Red)
Founder BIP Ali Zainal Abidin (kedua dari kiri) memberikan klarifikasi kepada media, Minggu (12/7/2026). (Red)
banner 728x90

SURABAYA VIRAL - Beberapa waktu terakhir, jagat dunia maya diramaikan postingan bernada kecewa ketua yayasan sosial di Sidoarjo yang menyebut seorang donatur mencabut kembali bantuan sosialnya.

Adalah Arief Camra Ketua Yayasan Griya Yatim yang berlokasi di Sidoarjo dalam postingannya menyebut Bani Insan Peduli (BIP) selaku penyumbang meminta menarik kembali bantuannya senilai ratusan juta rupiah.

Dikonfirmasi terpisah, Founder BIP Ali Zainal Abidin mengaku bingung dengan postingan Arief Camra. "Tapi bagaimanapun juga beliau adalah guru saya. Saya banyak belajar dari beliau. Saya respect sama beliau," katanya Minggu (12/7/2028).

Dia juga membantah telah menarik bantuan tersebut tanpa alasan. "Justru yang meminta dikembalikan adalah pihak Griya Yatim. Kami ada semua bukti percakapannya," terang Ali.

Terkait dinamika dengan Griya Lansia dan Griya Yatim, Ali menjelaskan bahwa bantuan tahap awal sebesar Rp250 juta telah disalurkan. Namun, ia mengaku sempat terkejut ketika pihak pengurus meminta kembali nomor rekening yayasan, yang kemudian diikuti dengan pengembalian dana tersebut.

Ia menyebut, permintaan tersebut sempat menimbulkan tanda tanya, sehingga pihaknya memilih meminta penjelasan sebelum melanjutkan pembahasan bantuan tahap berikutnya. Meski demikian, Ali menegaskan bahwa situasi tersebut disikapi secara terbuka dan tanpa konflik.

“Jika memang dana dikembalikan, kami terima dengan lapang dada. Tidak ada persoalan,” katanya.

Ali menambahkan, komunikasi antara pihak yayasan dan pengurus Griya Lansia Malang hingga kini tetap terjalin baik. Ia memastikan bahwa hubungan kemanusiaan dan kepedulian terhadap lansia serta anak yatim tetap menjadi prioritas utama.

“Sampai sekarang hubungan kami tetap baik,” ujarnya.

Selama ini, lanjutnya, penyaluran bantuan BIP berjalan lancar. Salah satu contoh kerja sama yang dinilai berhasil adalah saat yayasan tersebut berkolaborasi dengan seorang anggota kepolisian di Lamongan dalam pembangunan masjid senilai Rp1 miliar, yang kini dimanfaatkan masyarakat setempat.

bantuan senilai Rp2 miliar yang semula direncanakan untuk Griya Lansia Malang dan Griya Yatim Sidoarjo tidak pernah diniatkan untuk dibatalkan. Ia menegaskan, komitmen bantuan tetap ada, namun mekanisme penyalurannya memang dirancang bertahap.

Menurutnya, sebagai lembaga sosial yang berkembang dari jaringan relawan, khususnya di Madura, BIP mengedepankan prinsip kemandirian dan ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan.

Ia berharap penerima manfaat dapat menjaga keselarasan program, termasuk tidak membuka donasi publik untuk kebutuhan yang sama setelah bantuan diberikan.

“Harapan kami, jika suatu program sudah kami bantu, tidak perlu lagi ada penggalangan dana terbuka untuk hal yang sama,” ujar Ali.

Ali juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai keikhlasan dalam kegiatan sosial. Ia menilai semangat berbagi harus tetap dilandasi niat tulus tanpa menimbulkan polemik di ruang publik. (Sal/red)

banner 300x250
banner 300x250