Sowan Rais Syuriyah PWNU Sulteng, Gus Salam Terinspirasi Pendiri Al-Khairaat

Sowan Rais Syuriyah PWNU Sulteng, Gus Salam Terinspirasi Pendiri Al-Khairaat. (Red)
Sowan Rais Syuriyah PWNU Sulteng, Gus Salam Terinspirasi Pendiri Al-Khairaat. (Red)
banner 728x90

SURABAYA VIRAL - Tetap konsisten dengan dawuh masyayikh NU dan pesantren agar silaturrohim ulama sepuh-masyayikh NU di daerah, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), calon ketua umum PBNU mengawali silaturrohim PWNU-PCNU se-Sulawesi Tengah dengan sowan Al Habib Dr. KH Ali Hasan Al Jufri, Lc., M.A, Rais Syuriyah PWNU Sulteng.

Rabu (5/7/2026) didampingi masyayikh PP Lirboyo, fungsionaris dan Kader NU Sulteng, Gus Salam diterima hangat dan akrab oleh KH Ali bin Hasan di kediamannya.

“alhamdulillah, sebelum silaturrohim PWNU-PCNU se-Sulawesi Tengah, saya sowan Rais Syuriyah untuk mengenalkan diri, menjalin kedekatan dan minta ijin serta mohon waktu sebelum bertemu dengan ketua-ketua PCNU se-Sulteng,” kata Gus Salam.

“banyak hal kita perbincangkan, mulai kondisi NU di Sulteng, hingga perjalanan ulama terdahulu serta keakbaran mereka dalam bertukar ilmu dan strategi dakwah; syiar Islam di nusantara, termasuk di kepulauan Celebes, Sulawesi,” sambungnya.

“salah satunya, cerita mashur tentang habib Idrus bin Salim al-Jufri, pendiri Al-Khairaat, kakek Rais Syuriyah PWNU Sulteng yang pernah silaturrohim Hadratussyeikh KH M. Hasyim Asy’ari pada 1926 dalam lawatan dakwah dan syiar Islam di Jombang,” tambahnya.

KH Abdul Muid Shohib (Gus Muid), masyayikh PP Lirboyo, Kediri yang turut mendampingi Gus Salam menilai, kemungkinan pertemuan habib Idrus bin Salim al-Jufri, dikenal ‘Guru Tua’ dengan pendiri NU, Mbah Hasyim Asy’ari tahun 1926 membawa kesan dan pesan mendalam sesama pengamal paham Ahlussunnah wal Jama’ah terutama madzhab Syafi’i.

“hubungan NU dengan al-Khairaat di Sulawesi Tengah, terutama Palu sangat baik. Saling mendukung dan menguatkan karena kesamaan paham keagamaan ASWAJA dan cara dakwahnya, terutama di bidang pendidikan,” jelas Gus Muid.

“hari ini (5/7/2026) kita juga silaturrohim ke ketua utama al-Khairaat, Sayyid Alwi bin Saggaf bin Muhammad Aljufri, M.A., dan tokoh kharismatik, sesepuh ulama Sulteng, al-Habib Ali bin Muhammad Aljufri, sekaligus ketua MUI Prov. Sulteng,” tambahnya.

Gus Salam, Caketum PBNU yang mengaku telah bersilaturrohim jajaran PWNU-PCNU di 29 Provinsi, terinspirasi banyak strategi dan metode dakwah Islam pendiri al-Khairaat, Guru Tua; al-habib Idrus bin Salim al-Jufri.

“istiqomahnya, dakwah dengan sentuhan aspek kemanusiaan, bersikap moderat dan memperhatikan hak-hak insani melalui ketegasan terhadap keadilan. Terutama melembagakan syiar Islam melalui lembaga pendidikan; madrasah pertama di Sulteng” ujar Gus Salam.

“dan, keteladan beliau diikuti oleh penerusnya yang sekarang. Para ulama Aswaja di Sulteng sebagai penggerak persatuan, kerukunan antar umat, dakwah kesantunan dan melanjutkan lembaga pendidikan yang telah dirintis para pendahulunya,” tambahnya.

Memperhatikan kondisi dan karakter berNU di kepulauan Celebes, menurut Gus Salam, jam’iyyah Nahdlatul Ulama di wilayah Sulawesi Tengah telah memiliki potensi dan banyak peluang bagus untuk maju. Terutama dalam mendorong dan memfasilitasi pengembangan kemandirian umat.

“lembaga keuangan syariah atau terintegrasi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) potensial berdiri di Sulteng. Sebagai lembaga gotong royong berkarakter koperasi yang beroperasi untuk menggalang dan mensupport usaha-usaha ekonomi warga,” kata Gus Salam.

“Agama adalah tugas utama NU. Namun, untuk menegakkan agama, NU bisa turut mendorong berkembangnya UMKM di berbagai sektor usaha, termasuk pertanian, perikanan dan pariwisata yang tersebar di berbagai daerah Sulteng. Kemandirian umat menjadi kekuatan untuk menjaga agama,” tambahnya.

“kelangsungan dakwah bil ilmi, bil lisan dan bil haal terus dilakukan secara adaptif. Transformasi pesantren dan lembaga pendidikan menjadi keharusan supaya bisa mengikuti dan menghadapi kemajuan jaman. NU juga harus bisa memberi pelayanan di bidang kesehatan, salah satunya dengan mengelola fasilitas kesehatan yang berkarakter,” sambungnya.

Gus Salam mengakui bahwa NU ke depan harus melakui banyak transformasi, baik kebijakan maupun program pelayanannya supaya terus memberi kemashlahatan bagi umat.

Ia berharap muktamar ke35 NU pada 27-31 Agustus 2026 di PP Bahrul Ulum, Tambakberas Jombang menjadi titik baru yang bermakna untuk perubahan NU yang lebih damai dan berkelanjutan. (Sal/red)

banner 300x250

Berita Terkait

banner 300x250