Ahmad Sahroni Jadi Pimpinan Komisi III, Deretan Kasus yang Dia Kawal Masih Diingat Warga

Ahmad Sahroni. (Red)
Ahmad Sahroni. (Red)
banner 728x90

JAKARTA — Kembalinya Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI menuai reaksi beragam dari masyarakat. Sejumlah pihak mengapresiasi kembalinya Sahroni karena sebelum dinonaktifkan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), sejumlah kasus strategis yang berada dalam lingkup pengawasan Komisi III mendapat atensi dan pengawalan ketat darinya.

Selama menjabat, Sahroni dikenal vokal dalam isu-isu penegakan hukum, pemberantasan narkotika, serta pengawasan terhadap aparat penegak hukum.

Mereka berharap kehadiran Sahroni kembali dapat memperkuat fungsi kontrol parlemen terhadap institusi-institusi mitra Komisi III.

“Pak Sahroni bukan orang sombong. Dia bersedia meluangkan waktu untuk ngobrol bersama warga. Beberapa kali ngobrol tentang situasi di DPR RI, saya menilai keberpihakannya sangat kuat kepada masyarakat,” kata Ketua RW 9 Kebon Bawang, Tanjung Priok, Eka Kurniawan saat diwawancarai.

Saat masih menjabat sebagai wakil ketua Komisi III DPR RI, kata Eka, Sahroni memang getol mengawal kasus-kasus yang jadi perhatian publik.

Dalam kasus pembunuhan berencana yang melibatkan mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo misalnya, Sahroni mendesak agar Sambo diperlihatkan ke muka publik. Saat itu, publik menuntut transparansi penanganan karena besarnya kecurigaan masyarakat.

Hingga akhirnya terungkap bahwa Sambo yang mendalangi pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat, dalam kasus yang kemudian mengguncang institusi kepolisian dan menjadi perhatian nasional.

Begitu juga dalam kasus penyelundupan sabu-sabu 1 ton yang melibatkan Irjen Pol Teddy Minahasa. Sahroni meminta Polri tidak memihak dan melindungi Teddy.

Sahroni juga mengapresiasi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit yang mencopot, menangkap, dan mengadili Teddy yang merupakan seorang jenderal di institusinya.

Selain itu, kata Eka, sebagai tokoh masyarakat Kebon Bawang, Ahmad Sahroni sangat peduli terhadap lingkungan. Hampir setiap minggu Ahmad Sahroni bagi-bagi ke anak yatim piatu. Ada juga jumat berkah yang dibagikan ke warga.

"Bahkan dulu tiga hari setelah dijarah, tetap bagi-bagi sembako. Ibaratnya kan habis kena musibah, tapi tetap perhatian ke warga sekitar," jelasnya.

Makanya dia heran dengan yang terjadi di media sosial. "Itu kan orang luar semua tidak tahu. Seperti yang di TikTok menjelekkan Pak Sahroni, itu karena mereka tidak mengenal lebih dalam Pak Sahroni," paparnya.

Saunah, tetangga Sahroni di RT 1 RW 9, Kebon Bawang, Tanjung Priok, mengatakan bahwa Ahmad Sahroni merupakan orang yang jujur dan sangat dermawan. "Dia banyak terlibat dalam membangun lingkungan masyarakat sekitarnya," paparnya.

Makanya, Saunah justru heran kenapa ada orang yang tidak suka dengan Ahmad Sahroni. "Ahmad Sahroni ini asli Kebon Bawang, orang yang banyak membantu. Tapi kok ada yang benci sama orang baik," tegasnya.

Dia pun meminta kepada netizen yang membenci Ahmad Sahroni untuk berhenti.

"Jangan seperti itu, realitanya baik ke warga. Semoga yang menzalimi Pak Ahmad Sahroni segera sadar," paparnya. (Sal/red)

banner 300x250

Berita Terkait

banner 300x250