Mahasiswi Unair Jadi Pembicara Termuda WCN 2025 di Korsel, Suarakan SDGs

Nathania, mahasiswi tahun kedua Fakultas Kedokteran (FK) Unair. (Red)
Nathania, mahasiswi tahun kedua Fakultas Kedokteran (FK) Unair. (Red)
banner 728x90

SURABAYA VIRAL – Universitas Airlangga (Unair) kembali mencuri perhatian di panggung global. Nathania, mahasiswi tahun kedua Fakultas Kedokteran (FK) Unair, sukses menembus forum World Congress of Neurology (WCN) 2025 di Seoul, Korea Selatan.

Nathania mencatatkan pencapaian membanggakan dengan menjadi peserta termuda yang tampil sebagai pembicara dalam forum neurologi bergengsi tingkat dunia tersebut.

Di hadapan para pakar internasional, ia mempresentasikan riset tentang Tuberkulosis (TB) Meningitis dan stroke. Dua penyakit mematikan yang masih menjadi persoalan serius di banyak negara berkembang.

“Ini pengalaman luar biasa. Saya bisa berdiskusi langsung dengan tokoh dunia dan melihat bagaimana kolaborasi global sangat penting dalam riset,” kata Nathania.

Momentum itu semakin berharga ketika ia mendapat kesempatan berdialog langsung dengan WFN Trustee, Prof. Tissa Wijeratne dan Presiden World Federation of Neurology (WFN), Prof. Dr. Wolfgang Grisold.

Forum tersebut mempertemukan peneliti muda dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional di bidang neurologi.

Nathania menegaskan, riset yang ia angkat tak lepas dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan.

Fokus pada TB meningitis dan stroke dinilai krusial, mengingat tingginya angka kematian serta dampak kecacatan yang ditimbulkan.

“Saya ingin riset ini tidak berhenti di forum saja, tapi bisa mendorong solusi nyata, baik dari sisi pencegahan maupun terapi,” tegasnya.

Presiden WFN, Wolfgang Grisold, bahkan memberikan apresiasi terhadap kehadiran peneliti muda Indonesia. Ia menyebut generasi muda sebagai kunci masa depan neurologi dunia.

Capaian Nathania menjadi sinyal kuat bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing, bahkan tampil menonjol di forum ilmiah internasional. (Sal/red)

banner 300x250

Berita Terkait

banner 300x250