SURABAYA VIRAL - Jembatan Suramadu sebagai salah satu infrastruktur strategis nasional yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura terus dijaga keberlanjutannya melalui pekerjaan preservasi sesuai dengan perencanaan dan berkesinambungan.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan jembatan tetap berfungsi secara optimal dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Jawa Timur.
Kasatker PJBH Suramadu, Suparyanto dalam keterangan resminya, menyampaikan bahwa pekerjaan preservasi berdampak langsung terhadap kelancaran arus barang, jasa, serta mobilitas masyarakat.
Sebagai penghubung vital Jawa–Madura, keberadaan Jembatan Suramadu berperan penting dalam menjaga stabilitas konektivitas kawasan dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
“Salah satu fokus pekerjaan preservasi adalah penggantian expansion joint. Komponen tersebut berfungsi untuk mengakomodasi pergerakan struktur akibat perubahan suhu, beban lalu lintas, serta faktor lingkungan lainnya. Penggantian yang dilakukan tepat waktu dapat mencegah risiko kerusakan struktural yang lebih besar di kemudian hari," ungkapnya.
Selain itu, perbaikan perkerasan aspal juga dilaksanakan untuk menjaga kenyamanan berkendara, mengurangi potensi kecelakaan, serta memperpanjang umur layanan jembatan. Menurut Suparyanto, langkah ini menegaskan bahwa preservasi tidak hanya bersifat pemeliharaan rutin, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur nasional.
Modernisasi pengelolaan jembatan turut diterapkan melalui pemanfaatan sensor dalam pemeriksaan struktur jembatan.
Sensor tersebut mampu merekam data teknis secara real time, mulai dari getaran, pergeseran, hingga tegangan elemen jembatan. Data ini kemudian dianalisis oleh tim teknis sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis kondisi aktual di lapangan.
Pengawasan juga diperkuat melalui pemerikasaan yang dilakukan penilik jalan dan patroli rutin PAM Satker PJBH Suramadu.
Kehadiran tim di lapangan memungkinkan potensi kerusakan atau gangguan terdeteksi lebih dini dan ditangani dengan cepat.
Penanganan dalam kurun waktu 1x24 jam mencerminkan komitmen terhadap pelayanan publik responsif dan profesional.
Dalam aspek keamanan, Satker PJBH Suramadu menjalin sinergi dengan kepolisian. Kerja sama lintas sektor ini terbukti efektif, salah satunya adalah keberhasilan menggagalkan upaya pencurian kabel di area jembatan.
Koordinasi tersebut tidak hanya mencegah kerugian material, tetapi juga menjamin kelancaran fungsi jembatan sebagai prasarana vital.
“Dengan seluruh rangkaian kegiatan preservasi yang telah dilakukan, Satker PJBH Suramadu menegaskan bahwa Jembatan Suramadu berada dalam kondisi aman dan layak digunakan, hingga masa layan rencana 100 tahun. Keselamatan pengguna menjadi prioritas utama, sejalan dengan visi pembangunan infrastruktur nasional yang berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.” Ungkap Suparyanto.
Jembatan Suramadu tidak hanya dipertahankan sebagai ikon arsitektur dan kebanggaan bangsa, tetapi juga tulang punggung mobilitas dan ekonomi kawasan Jawa–Madura. Suparyanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan preservasi dan turut menjaga infrastruktur Jembatan Suramadu, mulai dari tim teknis, penilik jalan, Tim Patroli Keamanan Suramadu, aparat kepolisian, hingga masyarakat pengguna jembatan. (Sal/red)