Pelantikan PAC PDI Perjuangan Tuban Bawa Pesan Kebangsaan dan Kepedulian Lingkungan

Pelantikan PAC PDI Perjuangan Tuban Bawa Pesan Kebangsaan dan Kepedulian Lingkungan. (Red)
Pelantikan PAC PDI Perjuangan Tuban Bawa Pesan Kebangsaan dan Kepedulian Lingkungan. (Red)
banner 728x90

TUBAN VIRAL – Pelantikan 206 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban menghadirkan prosesi yang berbeda.

Selain mengucapkan ikrar kepengurusan, para kader mencium Bendera Merah Putih sebagai simbol kesetiaan kepada bangsa dan negara, serta menerima bibit pohon sukun untuk ditanam di wilayah masing-masing sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan generasi mendatang.

Prosesi yang berlangsung di Gedung KSPKP Tuban, Minggu (31/5/2026), digelar menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan dinamika politik, tetapi juga persoalan ekonomi, lingkungan, ketahanan pangan, dan masa depan generasi muda.

Di tengah tekanan biaya hidup, ketidakpastian ekonomi global, serta ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, masyarakat membutuhkan hadirnya kebijakan dan kerja politik yang mampu memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Pelantikan dihadiri jajaran DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, antara lain Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif Didik Prasetiyono, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi Bambang Yuwono, Wakil Ketua Bidang Perekonomian Daniel Rohi, Wakil Sekretaris Bidang Internal Ratih Ditya, serta Wakil Bendahara Susy Cecilia.

Dalam sambutannya, Didik Prasetiyono menegaskan bahwa kerja politik harus berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, gejolak ekonomi dunia, perubahan sosial yang cepat, serta meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat menuntut seluruh kader untuk hadir lebih dekat dengan rakyat.

“Politik pada akhirnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat. Politik perlu membantu masyarakat menghadapi persoalan hidup sehari-hari, memperkuat ekonomi keluarga, membuka peluang kerja, menjaga lingkungan, dan memberi harapan bagi generasi muda,” kata Didik.

Dalam pelantikan yang berlangsung menjelang Hari Lahir Pancasila, Didik mengajak seluruh kader menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan kerja politik di tengah masyarakat.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini semakin kompleks. Tekanan biaya hidup, perubahan sosial yang berlangsung cepat, perkembangan teknologi, hingga persoalan lingkungan memerlukan kehadiran politik yang mampu menghadirkan solusi dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Didik mengatakan masyarakat membutuhkan kader-kader yang mau mendengar, memahami persoalan di lapangan, serta ikut mencari jalan keluar bersama warga.

“Pancasila mengajarkan bahwa tujuan akhir pembangunan adalah menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Karena itu, kader partai harus mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam kerja nyata yang membantu masyarakat menghadapi persoalan sehari-hari, sekaligus membangun optimisme terhadap masa depan,” ujarnya.

Menurut Didik, masyarakat menilai kerja politik dari manfaat yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, kader partai dituntut memahami kebutuhan daerah masing-masing serta ikut menggerakkan berbagai inisiatif yang memberi dampak sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

Ia menambahkan bahwa semangat gotong royong yang menjadi inti Pancasila tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini. Ketika dunia bergerak semakin cepat dan penuh ketidakpastian, Indonesia memiliki modal sosial yang kuat untuk terus maju melalui kerja sama, solidaritas, dan keberpihakan kepada rakyat.

Didik juga menyampaikan pesan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah yang menekankan pentingnya memperkuat program-program kerakyatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Ketika dunia mengalami banyak perubahan, partai harus hadir melalui program-program yang membumi, memperkuat pendidikan, membuka peluang ekonomi, menjaga lingkungan, dan memastikan keberpihakan kepada wong cilik tetap menjadi arah perjuangan,” tuturnya.

Didik menjelaskan bahwa simbol mencium Merah Putih dan penanaman pohon sukun memiliki makna yang mendalam. Merah Putih merupakan simbol kesetiaan kepada bangsa dan negara, sedangkan pohon sukun menjadi simbol harapan, keberlanjutan, dan tanggung jawab kepada generasi mendatang.

“Secara historis, sukun dikenal sebagai salah satu tanaman pangan penting di kawasan tropis dunia. Produktivitasnya yang tinggi membuat pohon ini sering disebut sebagai pohon kehidupan karena mampu memberikan manfaat lingkungan, mendukung ketahanan pangan, serta menghadirkan nilai ekonomi bagi masyarakat selama puluhan tahun,” kata Didik yang juga kandidat Doktor di Universitas Airlangga ini.

Selain berfungsi sebagai penghijauan, pohon sukun memiliki manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat. Buah sukun dapat dikonsumsi maupun diolah menjadi berbagai produk pangan yang bernilai jual. Pohon ini juga relatif mudah tumbuh, berumur panjang, serta mampu menjadi sumber pangan alternatif yang mendukung ketahanan pangan keluarga.

“Ketika kader mencium Merah Putih, itu adalah pengingat bahwa kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Ketika kader menerima bibit pohon untuk ditanam, itu menjadi simbol bahwa setiap perjuangan perlu meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban Ony Setiawan menjelaskan bahwa kepengurusan baru merupakan hasil proses kaderisasi dan regenerasi yang berlangsung secara berjenjang. Dari total 206 pengurus yang dilantik, sekitar 36 persen berasal dari kalangan generasi muda berusia di bawah 35 tahun, sementara sekitar 39 persen merupakan kader perempuan.

Menurut Ony, komposisi tersebut menunjukkan bahwa regenerasi di tubuh partai terus berjalan dan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan zaman.

“Regenerasi adalah memastikan semangat perjuangan terus hidup melalui anak-anak muda dan kader perempuan yang memahami tantangan zaman serta dekat dengan kehidupan rakyat,” ujar Ony.

Ia menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini membutuhkan kader-kader yang mampu bekerja di tengah rakyat, memahami persoalan daerah, serta membangun solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai daerah yang terus berkembang di sektor industri, pertanian, dan ekonomi pesisir, Tuban menghadapi tantangan pembangunan yang memerlukan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. Karena itu, menurut Ony, kader partai harus mampu menjadi jembatan antara kebutuhan rakyat dan kebijakan pembangunan.

Pelantikan diawali dengan pertunjukan seni budaya dan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Setelah prosesi pelantikan, seluruh PAC menerima bibit pohon sukun yang akan ditanam di wilayah masing-masing sebagai bagian dari gerakan penghijauan yang melibatkan kader bersama masyarakat.

Pelantikan PAC se-Kabupaten Tuban meninggalkan pesan yang relevan dengan tantangan masa kini. Semangat kebangsaan, kepedulian terhadap lingkungan, ketahanan pangan, dan gotong royong dipertemukan dalam satu rangkaian kegiatan yang diharapkan terus tumbuh bersama masyarakat di masing-masing wilayah. (Sal/red)

banner 300x250

Berita Terkait

banner 300x250