Ning Dini : Tak Hanya SK Menteri, Rektor juga Harus Diterima Civitas Akademik

Anggota Komisi VIII Dini Rahmania. (Red)
Anggota Komisi VIII Dini Rahmania. (Red)
banner 728x90

SURABAYA VIRAL - Anggota Komisi VIII Dini Rahmania menyebut seorang rektor perguruan tinggi yang ideal tidak hanya berbekal Surat Keputusan (SK) menteri. Namun juga harus diterima di kalangan civitas akademik.

Menurut Ketua DPD Partai Nasdem Probolinggo ini, pemimpin perguruan tinggi tidak hanya membutuhkan legitimasi formal atau SK menteri semata.

"Rektor juga butuh penerimaan dan tingkat kepercayaan yang memadai dari civitas akademik agar proses pendidikan di kampus berjalan baik," jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Forum Komunikasi untuk Perubahan (FKUP) UINSA Surabaya, Senin (21/9/2026).

Soal polemik rektor UINSA, dia meminta Meminta Menteri Agama melakukan evaluasi terhadap kebijakan pengangkatan Akh Muzakki sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya periode 2026-2030.

Desakan tersebut menyusul rangkaian aksi penolakan Akh Muzakki yang digelar mahasiswa UINSA Surabaya beberapa waktu terakhir.

"Kami minta Menteri Agama melakukan evaluasi menyeluruh, secara obyektif dan transparan terhadap pengangkatan rektor UINSA," katanya.

Jika dalam evaluasi Kementerian Agama nanti terdapat pelanggaran aturan, maka dia mendukung upaya pergantian Rektor UINSA sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Saya mendukung proses pergantian sesuai aturan hukum yang berlaku," terangnya.

Hal itu penting untuk segera disikapi demi menjaga marwah perguruan tinggi Agama Islam sebagai lembaga pendidikan yang mencetak generasi yang unggul dan berakhlak.

Seperti diketahui, gelombang aksi penolakan Akh Muzakki sebagai Rektor UINSA Surabaya untuk kedua kalinya terjadi sejak hari pertama usai dilantik Selasa (15/9/2026) lalu.

Kelompok mahasiswa dari berbagai fakultasi menggelar aksi menduduki rektorat, membakar bekas hingga menyegel pintu gerbang kampus untuk melumpuhkan aktifitas perkuliahan.

Bukan hanya mahasiswa, sebagian dosen juga mogok mengajar sehingga aktifitas belajar mengajar di 2 kampus UINSA lumpuh.

Akh Muzakki dilantik lagi untuk menjadi Rektor UINSA periode 2026-20230. Pelantikan digelar di kantor Kemeneg Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Saat Pilrek, ada 13 guru besar yang mendaftar. Mereka adalah Prof. Dr. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D.; Prof. Dr. Abdul Chalik, M.Ag.; Prof. Dr. Khoirun Niam, M.Ag.; Prof. Dr. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag.; Prof. Dr. Idri, M.Ag.; Prof. Dr. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D.; Prof. Dr. Siti Warjiyati, S.H., M.H.; Prof. Dr. Rubaidi, M.Ag. (Sal/red)

banner 300x250

Berita Terkait

banner 300x250