SURABAYA VIRAL - Dewan Pengurus Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Jawa Timur merumuskan usulan strategis untuk disampaikan dalam forum Munas LDII April 2026 mendatang.
Menurut Wakil Ketua DPD LDII Surabaya Nur Kholis, usulan tersebut saat ini sedang dirumuskan di internal DPW LDII Jawa Timur. "Nanti akan disampaikan dalam forum Munas," katanya kepada wartawan usai Buka Bersama di Surabaya, Sabtu (28/2/2026).
Dia menegaskan komitmen LDII Jatim untuk terus mendukung program-program strategis DPP, khususnya dalam percepatan pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Ketua Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media DPP LDII, Ludhy Cahyana, menjelaskan bahwa Munas tidak hanya membahas pergantian kepengurusan, tetapi juga pembaruan AD/ART serta program kerja organisasi ke depan.
Menurutnya, LDII telah memiliki delapan program prioritas yang terus dijalankan secara konsisten sejak 2018.
Delapan program tersebut meliputi kebangsaan, dakwah, pendidikan umum, ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan hidup, ekonomi syariah, kesehatan berbasis herbal, teknologi informasi (termasuk AI), serta energi baru terbarukan.
Di bidang kebangsaan, LDII aktif bekerja sama dengan Kejaksaan, Polri, MUI, dan Kementerian Agama dalam memberikan wawasan kebangsaan di berbagai pesantren, seperti Pondok Wali Barokah Kediri dan Pondok Kertosono.
Program ini bertujuan membekali santri dengan pemahaman kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital.
Sementara dalam sektor energi baru terbarukan, sejumlah pondok pesantren besar telah menggunakan panel surya untuk kebutuhan listrik.
Bahkan, salah satu pondok di Kediri disebut hampir 100 persen memanfaatkan energi surya, sehingga mampu menghemat konsumsi listrik secara signifikan.
Untuk bidang kesehatan, LDII mendorong gerakan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di setiap pekarangan warga. Selain itu, pada 2025 LDII menginisiasi gerakan nasional cek kesehatan gratis yang bersinergi dengan Kementerian Kesehatan.
Nur Kholis menambahkan, dari Surabaya akan diusulkan dua fokus utama dalam Munas mendatang, yakni pembangunan berkelanjutan—baik fisik maupun sumber daya manusia—serta penguatan kesehatan masyarakat guna mencetak generasi emas yang bebas dari stunting dan gizi buruk.
“Harapan kami, LDII semakin baik di mata masyarakat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Semoga Allah memberikan rahmat dan hidayah kepada kita semua,” ujar Nur Kholis menutup sambutannya.
Acara kemudian ditutup dengan doa dan buka puasa bersama sebagai bentuk silaturahmi dan sinergi antara LDII dan insan media. (Sal/red)