SURABAYA VIRAL - Bus Transjatim terus mengembangkan pelayanan untuk masyarakat Jawa Timur. Mulai Senin (6/4/2026), selain mengangkut dan mendukung mobilitas masyarakat, Bus Transjatim juga membuka layanan ekspedisi khusus untuk wilayah aglomerasi Gersik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertasusila).
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Nyono, layanan Transjatim Ekspedisi (Tradisi) didesain lebih pada pengembangan pelayanan masyarakat dalam hal pengangkutan barang.
"Harapannya menekan inflasi harga barang di gerbangkertasusila, menghemat BBM untuk sektor logistik, dan otomatis mendukung pengembangan UMKM di wilayah Gerbangkertasusila," katanya.
Untuk saat ini menurut Nyono, Tradisi masih menggunakan metode "Pool to Pool", atau penitipan barang melalui terminal yang dilalui Bus Transjatim.
Di wilayah Gerbangkertasusila, Bus Transjatim melalui 7 terminal, yakni Terminal Porong, Purabaya, Mojokerto, Bunder, Paciran, Lamongan, dan Terminal Bangkalan.
"Jadi penitipan dan pengambilan barang bisa melalui 7 terminal tersebut," terang Nyono.
Pihaknya masih terus mengevaluasi layanan Tradisi. Jika sistem yang dibangun bisa berjalan dengan baik dan sangat bermanfaat bagi masyarakat, bukan tidak mungkin layanan Tradisi akan dikembangkan di wilayah Malang Raya.
"Nanti bisa dikembangkan di wilayah Malang Raya, bahkan bisa jadi menggunakan metode point to point atau barang bisa langsung diantar ke alamat penerima," ujar Nyono.
*Tarif dan cara mengirim barang melalui Tradisi*
Layanan Tradisi atau Transjatim Ekspedisi resmi beroperasi mulai Senin (6/4/2026). Tarif yang dikenakan sebesar Rp 2.500 per kilogram per koridor. Lama pengiriman bisa sehari, dan maksimal 2 hari sampai ke lokasi pool tujuan.
Khusus hari pertama hingga sepekan kedepan atau sampai 12 April 2026, pengiriman paket melalui Tradisi digratiskan. "Sebagai upaya sosialisasi dan promosi, selama sepekan kedepan, layanan Tradisi digratiskan untuk masyarakat Jatim," ucap Nyono
Cara mengirim barang melalui Tradisi cukup mudah, pengirim cukup mendatangi pool atau terminal di wilayah Gerbangkertasusila yang dilalui Bus Transjatim dengan membawa identitas pengirim dan penerima secara lengkap.
Sebelum diserahkan kepada petugas, pengirim harus memastikan bahwa paket yang dikirim terbungkus kuat, aman dan layak kirim.
Setelah membayar biaya pengiriman, pengirim wajib memeriksa resi pengiriman sebelum meninggalkan pool. Pengirim juga wajib mengirim resi kepada penerima sebagai syarat wajib pengambilan paket di pool yang dituju.
"Pengirim dan penerima juga dapat memantau lokasi paket terkini melalui aplikasi Transjatim Ajaib. Caranya cukup dengan memasukkan nomer resi di fitur Tradisi," pungkas Nyono.
Sampai saat ini di wilayah Gerbangkertasusila, Bus Transjatim melayani 7 koridor, yakni Koridor 1 rute Sidoarjo-Surabaya-Gresik, Koridor 2 Mojokerto-Surabaya, dan Koridor 3 Mojokerto-Gresik,
Sementara Koridor 4 melayani Gresik-Lamongan, Koridor 5 Surabaya-Bangkalan, Koridor 6 Sidoarjo - Mojokerto melintasi industri Ngoro, dan Koridor 6 melintasi Lamongan ke Paciran melalui Pantai Utara. (Sal/red)