Gotong Royong Idul Adha, PDIP Jatim Borong 468 Ekor Sapi untuk Disebar Hingga ke Pelosok Kampung

Gotong Royong Idul Adha, PDIP Jatim Borong 468 Ekor Sapi untuk Disebar Hingga ke Pelosok Kampung. (Red)
Gotong Royong Idul Adha, PDIP Jatim Borong 468 Ekor Sapi untuk Disebar Hingga ke Pelosok Kampung. (Red)
banner 728x90

SURABAYA VIRAL - Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan PDI Perjuangan Jawa Timur untuk memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Tahun ini, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 468 ekor sapi kurban ke berbagai daerah di Jawa Timur.

Penyaluran dilakukan melalui DPC kabupaten dan kota, pondok pesantren, panti asuhan, masjid, dan musala yang melaksanakan penyembelihan bersama masyarakat. Di luar distribusi dari DPD, banyak kader partai, anggota DPRD provinsi maupun kabupaten dan kota, hingga pengurus PAC di berbagai daerah juga melaksanakan kurban secara mandiri.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah juga secara khusus menyalurkan ratusan sapi kurban untuk wilayah Madura. Menjelang Idul Adha tahun ini, sedikitnya 298 ekor sapi kurban disalurkan di berbagai wilayah Madura sebagai bagian dari kepedulian kepada masyarakat.

Suasana gotong royong terasa di banyak tempat. Warga bersama kader dan relawan ikut membantu proses penyembelihan, membungkus daging kurban, hingga mendistribusikannya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Prasetiyono, mengatakan Idul Adha selalu menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga rasa kemanusiaan dan solidaritas sosial, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

“Di situasi seperti sekarang, masyarakat membutuhkan rasa kebersamaan. Banyak keluarga sedang berjuang menghadapi kebutuhan hidup yang semakin berat. Karena itu, semangat berbagi dan saling peduli perlu terus dirawat,” kata Didik.

Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan tentang ketulusan, pengorbanan, dan keikhlasan untuk kepentingan yang lebih besar.

“Idul Adha mengajarkan bahwa hidup tidak bisa dijalani sendiri-sendiri. Ada nilai berbagi, ada kepedulian, ada rasa ingin membantu sesama. Nilai seperti itu yang penting dijaga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Didik mengatakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri selama ini selalu mengingatkan kader partai untuk dekat dengan rakyat dan menjaga budaya gotong royong sebagai kekuatan bangsa.

“Pesan Ibu Megawati sederhana, partai harus hadir di tengah rakyat. Jadi ketika ada momentum seperti Idul Adha, kader bergerak bersama masyarakat, ikut membantu, ikut berbagi, dan menjaga kebersamaan,” tuturnya.

Di Surabaya, sebagian proses penyembelihan dilakukan melalui Rumah Potong Hewan (RPH) guna membantu menjaga aspek kebersihan dan kenyamanan lingkungan perkotaan. Meski demikian, penyembelihan tetap banyak dilakukan di lingkungan masjid, panti asuhan, dan pesantren bersama warga secara bergotong royong.

Ia menilai suasana Idul Adha selalu menghadirkan energi positif karena mempertemukan banyak orang dalam semangat kebersamaan.

“Ada yang menyumbang tenaga, ada yang membantu membungkus daging, ada yang mengantar ke rumah-rumah warga. Hal-hal sederhana seperti ini yang membuat rasa persaudaraan tetap hidup,” ujarnya.

Melalui momentum Idul Adha, PDI Perjuangan Jawa Timur berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Tantangan ekonomi dan kehidupan hari ini akan terasa lebih ringan ketika dihadapi bersama-sama. (Sal/red)

banner 300x250

Berita Terkait

banner 300x250