SURABAYA VIRAL - Aksi penolakan civitas akademik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya akan terus berlanjut Kamis (17/9/2026).
Informasi yang dihimpun, sebagian besar dosen tidak masuk kelas untuk mengajar dan memberikan memberikan kesempatan mahasiswanya mengikuti demonstrasi dan menyampaikan aspirasi.
Dosen UINSA yang enggan disebut namanya mengaku meliburkan mahasiswanya hari ini sebagai bentuk dukungan gerakan moral.
"Saya cuma pesan jangan merusak dan jangan anarkis. Sampaikan aspirasi lewat mimbar bebas," ujarnya.
Pantauan di lokasi, puluhan polisi sudah berjaga-jaga di depan kampus UINSA Surabaya Jalan Ahmad Yani. Sebagian menyebar di sudut-sudut di dalam dan di luar kampus.
Kemarin, ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar aksi menolak rektor Akh Muzakki yang baru saja dilantik Menteri Agama, Selasa (15/9/2026).
Aksi sempat memanas karena massa merusak dan membakar karangan bunga ucapan selamat pelantikan rektor baru.
Selain berorasi, massa dari berbagai fakultas itu juga membentangkan spanduk bernada protes atas pelantikan Akh Muzakki sebagai rektor untuk kedua kalinya.
Hingga pukul 11.00 massa mendesak masuk ke ruang rektorat utama. Massa mahasiswa membentuk lingkaran untuk mendengarkan masing-masing dari mereka yang ingin menyampaikan aspirasi dan berorasi.
Setidaknya ada 5 point tuntutan mahasiswa, yakni
1. Menolak Akh. Muzakki sebagai Rektor karena kasus hukum dan ketidakmampuan dalam memimpin kampus
2. Kampus harus menjadi tempat yang aman dan harmonis bagi Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan
3. Mengaudit laporan pertanggungjawaban saudara Akh. Muzakki selaku Rektor UINSA
4. Menuntut Menag untuk bertindak objektif dan memilih Rektor yang terbaik sesuai dengan aspirasi warga UINSA
5. Mendesak kejaksaan untuk menaikkan statusnya menjadikan penyidikan dan menjadikan Muzakki sebagai Tersangka.
Di media sosial, beredar pula ungkapan “UINSA Berduka” serta sejumlah ajakan untuk melakukan aksi, termasuk seruan boikot terhadap aktivitas kampus.
Kritik terhadap pelantikan bahkan dikemas dalam bentuk satire. Salah satu meme menggambarkan Muzakki sedang mencium Menteri Agama dengan tulisan bernada humor, “Makacih Papa, makacih...” Meme tersebut menjadi bagian dari ekspresi kritik warganet terhadap keputusan pengangkatan rektor.
Di kalangan dosen, penolakan disampaikan secara terbuka oleh Dr. Hermanto Jakfar. Ia menyatakan keberatan terhadap pengangkatan kembali Muzakki sebagai rektor.
“Kami para dosen merasa keberatan atas pengangkatan kembali Akh Muzakki. Hal ini karena rektor yang baru dilantik ini diduga melakukan tindak pidana dari pengaduan masyarakat," ujar Hermanto.
Dari kalangan alumni, Ahmad Bajuri, wakil ketua umum Ikatan Alumni UINSA (Ika UINSA), mendesak Menteri Agama mengevaluasi kembali keputusan pengangkatan Muzakki.
“Jika nanti rektor ini diperiksa kejaksaan, ini pasti membuat nama baik UINSA tercoreng,” ujarnya.
Saat masa pendaftaran dibuka, ada 12 nama guru besar yang mendaftar sebagai calon rektor UINSA periode 2026-2030.
Mereka adalah Prof. Dr. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D.; Prof. Dr. Abdul Chalik, M.Ag.; Prof. Dr. Khoirun Niam, M.Ag.; Prof. Dr. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag.; Prof. Dr. Idri, M.Ag.; Prof. Dr. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D.; Prof. Dr. Siti Warjiyati, S.H., M.H.; Prof. Dr. Rubaidi, M.Ag. (sal/red)