SURABAYA VIRAL - Komisi VIII DPR RI kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas polemik rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Selasa (22/9/2026).
RDP menghadirkan Menteri Agama Nazarudin Umar, Sekjen Kemenag Kamarudin Amin, hingga Dirjen Pendidikan Islam Suyitno.
Saat pembahasan menyinggung proses seleksi calon Rektor UINSA, Sekjen Kemenag Kamarudin Amin memastikan Akh Muzakki terpilih sesuai dengan mekanisme pemilihan rektor.
Dia juga membantah jika ada informasi yang menyebut jika Akh Muzakki tidak masuk 3 besar hasil seleksi timsel. "Tidak mungkin Pak Menteri melantik calon yang tidak masuk 3 besar," katanya dalam forum RDP.
Pernyataan itu lantas ditanggapi oleh anggota Komisi VIII Maman Imanul Haq. Dia berharap pernyataan sekjen Kemenag itu bisa dipertanggung jawabkan.
"Saya telepon 2 profesor anggota tim seleksi, Prof Nursyam dan Prof Mughni. Keduanya menyebut bahwa Muzakki tidak masuk 3 besar. Tapi Sekjen yang meminta nama Muzakki untuk dimasukkan," tegas anggota Fraksi PKB ini.
Informasi lain juga diungkap Abdul Wahid dari fraksi Partai Gerindra. Dia mengaku mempunyai informan dari internal Kemenag yang menyebut Akh Muzakki berada di posisi bawah dari 13 pendaftar.
"Jangankan 3 besar, 7 besar saja Muzakki tidak lolos, lah kok malah dilantik," ujarnya.
Dia mengaku memantau proses seleksi itu dari jauh dan sempat mengingatkan Sekjen dan Dirjen Pendidikan Islam soal proses seleksi rektor UINSA Surabaya.
Seperti diketahui, gelombang aksi penolakan Akh Muzakki sebagai Rektor UINSA Surabaya untuk kedua kalinya terjadi sejak hari pertama usai dilantik Selasa (15/9/2026) lalu.
Kelompok mahasiswa dari berbagai fakultasi menggelar aksi menduduki rektorat, membakar bekas hingga menyegel pintu gerbang kampus untuk melumpuhkan aktifitas perkuliahan.
Bukan hanya mahasiswa, sebagian dosen juga mogok mengajar sehingga aktifitas belajar mengajar di 2 kampus UINSA lumpuh.
Akh Muzakki dilantik lagi untuk menjadi Rektor UINSA periode 2026-20230. Pelantikan digelar di kantor Kemeneg Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Saat Pilrek, ada 13 guru besar yang mendaftar. Mereka adalah Prof. Dr. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D.; Prof. Dr. Abdul Chalik, M.Ag.; Prof. Dr. Khoirun Niam, M.Ag.; Prof. Dr. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag.; Prof. Dr. Idri, M.Ag.; Prof. Dr. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D.; Prof. Dr. Siti Warjiyati, S.H., M.H.; Prof. Dr. Rubaidi, M.Ag. (Sal/red)