Malang Viral-Pemkot Malang mendata ada sebanyak 3.502 hewan kurban di lapak pedagang meliputi sapi, domba dan kambing. Seluruhnya telah diperiksa kesehatannya dan dinyatakan sehat, bebas penyakit dan layak kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan semua hewan kurban yang diperjualbelikan telah diperiksa kesehatan ante mortem. Tidak ditemukan ada hewan kurban terjangkit penyakit seperti antraxs, lumpy skin disease (LSD)
"Kami ingin pastikan masyarakat aman membeli hewan kurban karena semua sehat dan bebas penyakit," kata Wahyu usai meninjau lokasi di Jalan Saxophone, Senin, (25/5/2026).
Dia menambahkan, tim dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan Kota Malang) telah mengecek kondisi hewan. Meliputi gigi, bentuk badan sampai surat keterangan sehat. Tiap kios hewan kurban yang lolos pemeriksaan dipasang stiker sehat.
Selain tim dokter Dispangtan, pemeriksaan hewan kurban juga menggandeng Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya. Total ada 400 orang menyebar ke seluruh wilayah untuk memeriksa di tempat penjualan hewan kurban.
"Alhamdulillah sampai saat ini semua dilaporkan layak jual dan dijadikan kurban," ujar Wahyu.
Data Dispangtan Kota Malang, sampai 25 Mei 2026 total ada 107 lokasi penjualan da 3.502 hewan kurban meliputi sapi, kambing dan domba. Seluruhnya telah diperiksa. Pemeriksaan ante mortem masih terus dilaksanakan sampai 26 Mei 2026.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, mengatakan untuk pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ada vaksinasi pada hewan ternak sejak Januari 2026. Sebanyak 800 ekor hewan ternak sudah divaksin.
"Insya allah semua hewan ternak bebas dari PMK," kata Anton.
Selain ante mortem, tim dokter hewan juga akan melakukan pemeriksaan post mortem atau pemeriksaan setelah hewan kurban dipotong selama 27-30 Mei 2026 di masjid maupun lokasi pemotongan hewan kurban. Tujuannya mencegah ada kelainan pada daging atau organ dalam.
"Pemeriksaan post mortem guna memastikan daging kurban aman dikonsumsi masyarakat," ucap Anton.